Merasa bahwa Indonesia telah merdeka dan jauh dari ancaman, tekanan, dan berbagai bahaya. Yakin dan Percaya bahwa Indonesia tidak akan mengalami hal negatif apalagi perpecahan karena sebuah masalah isu perbedaan pasangan calon presiden, bencana alam, atau sebuah daerah yang meminta kemerdekaan, bukanlah menjadi isu yang perlu dikhawatirkan dan bukan sesuatu membahayakan pertahanan kebangsaan Indonesia, semua isu tersebut akan membaik dan tidak akan mempengaruhi ideologi maupun birokrasi di Indonesia.
Menurut Sharot Tali (2011) perasaan dan keyakinan tersebut disebut sebagai Optimistic Bias yaitu fenomena psikologis dimana individu memiliki perasaan dan keyakinan bahwa dirinya tidak mungkin mengalami peristiwa negatif, dan yakin bahwa mereka akan selalu mengalami peristiwa positif dan orang lain yang lebih mungkin mengalami hal negatif tersebut.
Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Baydhowi, dkk (2023) dengan judul “Perception of threat and national identity: Investigation of the mediating role of collective self-esteem” yang menunjukkan bahwa pentingnya individu memiliki persepsi akan ancaman atau bahaya yang mungkin akan dirinya alami, yang berperan dalam membentuk identitas nasional yang adaptif pada individu. Sehingga, memiliki kemampuan dalam menjustifikasi berbagai isu dengan serius, tidak menyepelekan berbagai peristiwa ataupun perubahan sosial yang di alami bangsa Indonesia penting untuk dimiliki oleh warga negara Indonesia sebagai bentuk pertahanan secara internal.
Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) disebut sebagai kader bangsa yang diharapkan dapat berperan aktif menyelesaikan permasalahan bangsa Indonesia, serta memiliki peran dan kewajiban dalam perjuangan politik sebagai organisasi mahasiswa dalam mengawal kebijakan pemerintah. Kader HMI juga berperan sebagai mahasiswa yang memiliki peran penting dalam proses politik dengan memberikan ide pembaharuan bangsa Indonesia melalui kecerdasan dan crithical thingking yang dirinya miliki untuk mencapai kesejahteraan masyarakat Indonesia. Sehingga kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) perlu terus berperan sebagai individu yang bertugas dalam memantau dan mengkritisi berbagai hal permasalahan yang terjadi di Indonesia, tidak hanya memantau dan mengkritisi tetapi juga menganggap seluruh permasalahan yang terjadi adalah hal yang serius yang dapat memberikan dampak negatif terhadap seluruh siklus kenegaraan dan kebangsaan di Indonesia.
Meningkatkan pemahaman dan kesadaran terhadap isu-isu sederhana, seperti adanya keyakinan positif yang berlebihan pada individu (optimistic bias) yang dapat menciptakan ketidakrasional dalam melihat berbagai permasalahan yang terjadi di Indonesia. Hal ini berhubungan dengan nilai-nilai dari Wawasan Nusantara sebagai pondasi ideologi masyarakat Indonesia, tidak hanya berperan sebagai pengetahuan dasar kebangsaan yang dipelajari di pendidikan formal, namun harus dimaknai secara mendalam bahwa wawasan Nusantara sebagai kesadaran yang ditanamkan terus-menerus sebagai keyakinan bahwa warga Indonesia perlu memandang segala permasalahan yang terjadi di Indonesia sebagai hal yang serius dan perlu diselesaikan dengan upaya maksimal, karena apabila tidak dianggap serius bisa saja permasalahan sederhana tersebut dapat merusak kepribadian masyarakat Indonesia menjadi individu yang apatis terhadap permasalahan yang terjadi di Indonesia.
Kesejahteraan sebuah bangsa tidak hanya ditunjukkan melalui kebijakan ataupun insfrastruktur yang memadai, namun juga ditunjukkan melalui adanya sense of community pada setia warga Indonesia yaitu sebuah perasaan keterikan secara emosional, yang ditunjukkan melalui adanya perasaan memiliki di antara warga Indonesia, seperti apabila daerah di wilayah Indonesia mengalami permasalahan atau bencana, hal ini menjadi bencana dan permasalahan yang dialami seluruh warga Indonesia dan memiliki peran dan tanggung jawab dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.
Mari menjadi kader HMI yang terus menanggapi berbagai isu perubahan sosial dengan serius, menganalisis permasalahan dengan sungguh-sungguh, melihat seluruh permasalahan yang dialami oleh negara Indonesia dapat berdampak terhadap perubahan sosial, kebijakan, bahkan status negara Indonesia.
