Search

Kontroversi Podcast Marlo Ernesto dan Keisya Levronka

Keisya Levronka kembali menjadi sorotan di Twitter setelah gaya bicaranya dalam podcast Marlo Ernesto menjadi perbincangan hangat.

Kontroversi muncul ketika Keisya mendapatkan kritikan pedas, bahkan akun Instagram pribadinya kini sudah tidak ada.

Keisya mendapat hujatan karena bersikap sikap tidak sopan dalam menjawab pertanyaan dalam podcast tersebut.

Meskipun video resmi Podcast di YouTube Marlo Ernesto batal publikasi, potongan videonya tetap menyebar luas.

Banyak yang menilai sikap Keisya dalam merespons pertanyaan Marlo kurang baik.

Isi Percakapan Keisya Levronka di Podcast Marlo Ernesto

Dalam potongan video yang beredar, tidak jelas apa pertanyaan Marlo, namun Keisya hanya memberikan jawaban singkat dan bergumam, yang membuat Marlo kesulitan memahami maksudnya.

Ketika Marlo bertanya apakah Keisya pernah menonton suatu acara dan siapa pembawa acaranya, Keisya juga tidak memberikan jawaban yang jelas dan benar.

“Pernah (lanjut bergumam),” ucap Keisya Levronka.

Marlo mencoba mengoreksi Keisya dengan mengatakan bahwa pertanyaannya adalah siapa pembawa acaranya.

Tidak hanya itu, dalam potongan video lainnya yang beredar di Twitter, Keisya Levronka terlihat terus menunjukkan sikap yang kurang menghormati dengan tanggapannya.

“Kenapa semua harus ditanya?,” ujar Keisya.

“Kan namanya interview,” timpal Marlo.

“Oh, ini namanya interview,” kata Keisya singkat.

Selain itu, ada potongan video saat sesi penutupan podcast, di mana Keisya terlihat acuh tak acuh bahkan menggunakan bahasa yang kasar.

“Waduh Keisya, katanya kamu habis ini masih ada banyak acara ya,” kata Marlo.

“Iya, akhirnya, yaudah makasih ya,” balas Keisya Levronka dengan nada sinis.

“Udah kan? Gua boleh pergi duluan gak,” tanya Keisya.

“Jangan dong, kan belum closing,” jawab Marlo.

Marlo mempersilakan Keisya untuk pergi, namun Keisya justru mencandainya.

“Boleh, boleh, lo boleh pergi duluan. Makasih Keisya, makasih,” kata Marlo.

“Kok ga ditahan sih, padahal gua cuma pengin ditahan padahal,” kata Keisya Levronka dengan nada meremehkan.

Akhirnya, Keisya menutup podcast tersebut dengan menyampaikan ucapan terima kasih secara sinis.

“Huaahh terima kasih sudah menonton podcast ini. Tidak ada bobotnya tidak ada isinya,” ucap Keisya.

Keisya juga menggunakan kata-kata kasar “ta*” saat menanggapi Marlo.

Semua insiden ini memicu reaksi negatif dari warganet, dan akibatnya, akun Instagram Keisya dan video podcast Marlo Ernesto dengan Keisya Levronka di YouTube telah terhapus setelah menerima banyak kritikan terkait sikapnya selama wawancara.

Artikel Oleh Penulis

Moco Lainnya

Revitalisasi Wawasan Nusantara di Tengah Krisis Identitas
Revitalisasi Wawasan Nusantara di Tengah Krisis Identitas
Apa yang bisa dipelajari dari organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai organisasi yang melahirkan banyak pejabat, namun saat ini mengalami krisis moral
Apa yang bisa dipelajari dari organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai organisasi yang melahirkan banyak pejabat, namun saat ini mengalami krisis moral
Dibalik Optimistic Bias dapat merusak peran Kader HMI dalam Menjaga Kesejahteraan Indonesia
Dibalik Optimistic Bias dapat merusak peran Kader HMI dalam Menjaga Kesejahteraan Indonesia
Ilustrasi digital sarkastik yang menggambarkan sistem hukum otoriter Indonesia melalui Revisi KUHAP dan RUU Perampasan Aset, menyoroti ancaman terhadap hak warga sipil dan prinsip keadilan.
Perampasan Aset dan Revisi KUHAP: Perampasan Melalui Hukum
Air dan Pikiran Mengalir dalam Simpul Perenungan
Air dan Pikiran: Mengalir dalam Simpul Perenungan
Tamasya Batin dan Neurosains Dzikir Menemukan Tuhan dalam Keheningan
Tamasya Batin dan Neurosains Dzikir: Tuhan dalam Keheningan
Pertamina dan Rp 285 Triliun Yang Dicuri 9 Tersangka dan Terminal Rahasia
Pertamina dan 285T: Jejak Mafia dan Korupsi Sistemik
Setya Novanto dan Parodi Keadilan Indonesia
Setya Novanto dan Parodi Keadilan Indonesia: Pengampunan bagi Penjarah Negara
Chromebook Rp 9,9 Triliun dan Bayang-bayang Korupsi Digitalisasi Pendidikan
Chromebook Rp 9,9 Triliun dan Bayang-bayang Korupsi Digitalisasi Pendidikan
Dana Pendidikan 116 Miliar Anggaran Tak Bertuan
Pendidikan: 116 Miliar Anggaran Tak Bertuan