Search

Optimalisasi Peran Perempuan dalam Ranah Politik dan Pembangunan Bangsa Indonesia

Normalisasi pernyataan “Perempuan tidak dapat memimpin dan berperan dalam pembangunan bangsa Indonesia. Karena perempuan sebagai individu yang dikuasai oleh emosinya saat siklus menstruasi”. Hal ini menjadi salah satu alasan masih adanya perspektif negatif terhadap perempuan, memandang perempuan tidak memiliki kapabilitas dalam memimpin dan akan lebih baik menjadi ibu rumah tangga yang bekerja di rumah menjaga anak, memasak, dan membersihkan. Memandang pendapat perempuan tidak penting, melihat perempuan sebagai individu yang lemah. Hal ini menjadi salah satu penyebab individu cenderung underestimate terhadap perempuan dalam ranah politik.

Padahal politik sebagai salah satu upaya dalam mencapai tujuan bangsa Indonesia, sehingga perlu memiliki berbagai perspektif warga masyarakat Indonesia, laki-laki ataupun perempuan. agar dapat mencapai kesejahteraan yang menyeluruh dan menjangkau seluruh elemen masyarakat

Dalam buku The Noise karya Daniel Kahneman menjelaskan bahwa perempuan adalah individu yang paling rasional dan paling sukses sebagai pebisnis. Hal tersebut juga diperkuat oleh bukti-bukti sejarah yang menunjukkan bagaimana banyaknya para pemimpin perempuan yang sukses dalam menciptakan perubahan sosial yang lebih adaptif hingga saat ini, misalnya R.A Kartini dalam gerakannya memperjuangkan kesetaraan pendidikan bagi perempuan, Najwa Shihab yang merepresentasikan dirinya sebagai perempuan yang cerdas dan berani untuk menyampaikan gagasannya.

Sehingga dengan hal tersebut dapat membantah pernyataan tentang perempuan tidak dapat menjadi pemimpin yang memiliki kapabilitas dalam merespon berbagai perubahan sosial dengan rasional dan tepat sasaran. Dengan ini menjelaskan bahwa perlunya meningkatkan keterlibatan perempuan dalam ranah politik yang saat ini hanya 20% menjadi lebih meningkat, karena perempuan dapat memberikan peran yang sama dengan laki-laki dalam ranah politik.

Aspek emosi dan pikiran perempuan bukan dilihat sebagai kelemahan, tetapi menjadi peluang untuk membuat sebuah kebijakan yang dapat memberikan kesejahteraan secara adil dan menyeluruh. Kritik terhadap organisasi maupun pemerintah yang belum dapat memberikan ruang untuk perempuan dalam mengekspresikan dirinya sebagai individu yang dapat berperan penting dalam mencapai tujuan, agar dapat merekonstruksi pemikiran tersebut dan kemudian regulasi kebijakan yang dapat meningkatkan peran perempuan dalam ranah politik.

Organisasi HMI perlu terus memberikan ruang untuk perempuan dalam mengoptimalisasikan perannya sebagai perempuan yang dapat berperan di berbagai aspek kehidupan. Menjadi pendidik pertama bagi anak-anaknya, dan penggerak dalam pembangunan bangsa Indonesia. Menekankan pada kader HMI untuk pentingnya memiliki perspektif equality terhadap perempuan dan laki-laki.

Dengan demikian, sebagai kader HMI perlu melibatkan seluruh individu laki-laki maupun perempuan dalam kegiatan organisasi, menciptakan ruang-ruang keadilan untuk mengekspresikan dirinya, kemudian menjadikan ruang tersebut sebagai peluang dalam meningkatkan potensi dan kapabilitasnya sebagai individu yang memiliki perspektif yang bijaksana dalam memandang perbedaan serta mampu menjadikan perbedaan tersebut sebagai kekuatan organisasi.

Artikel Oleh Penulis

Moco Lainnya

Jika DPRD Harus Memilih Kepala Daerah, di mana Suara Rakyat
Jika DPRD Harus Memilih Kepala Daerah, di mana Suara Rakyat?
Optimalisasi Peran Perempuan dalam Ranah Politik dan Pembangunan Bangsa Indonesia
Optimalisasi Peran Perempuan dalam Ranah Politik dan Pembangunan Bangsa Indonesia
Revitalisasi Wawasan Nusantara di Tengah Krisis Identitas
Revitalisasi Wawasan Nusantara di Tengah Krisis Identitas
Apa yang bisa dipelajari dari organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai organisasi yang melahirkan banyak pejabat, namun saat ini mengalami krisis moral
Apa yang bisa dipelajari dari organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai organisasi yang melahirkan banyak pejabat, namun saat ini mengalami krisis moral
Dibalik Optimistic Bias dapat merusak peran Kader HMI dalam Menjaga Kesejahteraan Indonesia
Dibalik Optimistic Bias dapat merusak peran Kader HMI dalam Menjaga Kesejahteraan Indonesia
Ilustrasi digital sarkastik yang menggambarkan sistem hukum otoriter Indonesia melalui Revisi KUHAP dan RUU Perampasan Aset, menyoroti ancaman terhadap hak warga sipil dan prinsip keadilan.
Perampasan Aset dan Revisi KUHAP: Perampasan Melalui Hukum
Air dan Pikiran Mengalir dalam Simpul Perenungan
Air dan Pikiran: Mengalir dalam Simpul Perenungan
Tamasya Batin dan Neurosains Dzikir Menemukan Tuhan dalam Keheningan
Tamasya Batin dan Neurosains Dzikir: Tuhan dalam Keheningan
Pertamina dan Rp 285 Triliun Yang Dicuri 9 Tersangka dan Terminal Rahasia
Pertamina dan 285T: Jejak Mafia dan Korupsi Sistemik
Setya Novanto dan Parodi Keadilan Indonesia
Setya Novanto dan Parodi Keadilan Indonesia: Pengampunan bagi Penjarah Negara