Search

Candi Prambanan: Kesenian dan Keagungan Hindu di Indonesia

Candi Prambanan
Sumber Gambar : pinterest Adriana Benedict

Candi Prambanan, atau juga banyak yang mengenalnya sebagai Rara Jonggrang, adalah sebuah monumen agung yang menjadi ciri khas Indonesia. Dibangun pada abad ke-9 Masehi, kompleks candi ini didedikasikan untuk memuliakan Trimurti, yaitu tiga dewa utama dalam agama Hindu: Brahma, Wisnu, dan Siwa. Dalam bahasa Sanskerta, kompleks candi ini awalnya bernama Siwagrha, yang berarti “Rumah Siwa”. Namun, seiring waktu, namanya berubah menjadi Prambanan, yang banyak orang meyakini memiliki makna yang dalam dalam konteks sejarah dan agama Hindu.

Candi Prambanan: Memperkenalkan Kesenian dan Keagungan Hindu di Indonesia

Lokasi yang Unik dan Strategis

Candi ini berlokasi di wilayah yang unik, menjadi sebuah perwujudan harmoni antara dua provinsi, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Kompleks candi ini terletak di Bokoharjo, Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan di Tlogo, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Dengan posisi strategisnya. Candi ini hanya berjarak sekitar 17 kilometer timur laut dari kota Yogyakarta, 50 kilometer barat daya dari Surakarta, dan 120 kilometer selatan dari Semarang. Lokasinya yang berbatasan antara dua provinsi ini menambah daya tarik Candi ini bagi pengunjung.

Keindahan Arsitektur Candi Prambanan

Arsitektur Candi ini adalah salah satu yang paling memukau di Asia Tenggara. Bangunan ini memiliki bentuk tinggi dan ramping yang khas dalam arsitektur Hindu. Candi Siwa, sebagai candi utama dalam kompleks ini, mencapai ketinggian mencolok sekitar 47 meter di tengah gugusan candi-candi yang lebih kecil. Keanggunan arsitektur ini menjadikan Candi Prambanan salah satu daya tarik utama bagi wisatawan dari berbagai belahan dunia. Sebagai salah satu candi termegah di Asia Tenggara, keindahan arsitektur Candi ini tak dapat disangkal lagi.

Warisan Bersejarah dan Keberlanjutan

Candi Prambanan bukan hanya sekadar landmark wisata, melainkan juga warisan bersejarah yang mendalam. Pembangunan candi ini bermula pada sekitar tahun 850 Masehi oleh Rakai Pikatan dan terus berkembang oleh para penguasa berikutnya. Seperti Balitung Maha Sambu pada masa Kerajaan Medang Mataram. Candi ini mencerminkan peralihan fokus agama dari Buddha Mahayana ke pemujaan terhadap Siwa. Meskipun sempat terbengkalai setelah ibu kota kerajaan dipindahkan, Candi ini tetap memiliki tempat penting dalam sejarah Indonesia.

Etimologi dan Legenda Rara Jonggrang

Nama “Prambanan” diyakini berasal dari istilah teologi Hindu “Para Brahman”, yang berarti “Brahman Agung”. Namun, terdapat juga pendapat lain yang mengaitkan nama ini dengan akar kata “mban” dalam bahasa Jawa yang berarti “menanggung” atau “memikul tugas”. Terdapat juga legenda Rara Jonggrang yang mengisahkan asal-usul candi ini. Legenda ini menggambarkan kisah fantastis tentang raja raksasa, ribuan candi yang pembangunanya oleh makhluk halus, dan putri cantik yang di kutuk menjadi arca. Legenda ini menjadi bagian penting dari budaya Jawa dan memberi warna pada sejarah Candi Prambanan.

Penemuan Kembali dan Pemugaran

Candi Prambanan tidak selalu dalam keadaan terawat dengan baik. Pada awal abad ke-20, monumen ini terlupakan, tetapi pada tahun 1733, seorang Belanda bernama CA. Lons menemukannya. Kemudian, Colin Mackenzie, seorang surveyor Britania, juga menemukan candi ini. Meskipun demikian, penggalian serius baru bermula pada tahun 1930-an. Pemugaran dan pemeliharaan secara terus-menerus dilakukan, dan pada tahun 1991, Candi ini diakui sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.

Peran Budaya dan Keagamaan

Selain menjadi tujuan wisata, Candi Prambanan juga memiliki peran budaya dan keagamaan yang penting. Upacara Hindu rutin terselenggara di candi ini, dengan perayaan Galungan, Tawur Kesanga, dan Nyepi yang mengumpulkan umat Hindu dari provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta. Selain itu, panggung Trimurti di seberang sungai Opak menjadi tempat pertunjukan Sendratari Ramayana yang memikat wisatawan dengan tarian Jawa Wayang orang Ramayana, sebuah tradisi budaya yang telah berusia ratusan tahun.

Menghadapi Tantangan Gempa Bumi

Candi ini juga pernah menghadapi tantangan serius ketika gempa bumi dengan kekuatan besar mengguncang daerah sekitarnya pada tahun 2006. Gempa ini menyebabkan kerusakan pada beberapa bagian candi, terutama Candi Brahma. Meskipun demikian, melalui upaya pemugaran yang gigih, Candi Prambanan berhasil pulih dan tetap menjadi daya tarik wisata yang tak terbantahkan di Indonesia.

Kesinambungan dan Kepopuleran

Pemugaran dan pemeliharaan Candi Prambanan terus berlanjut hingga kini, menjadikannya salah satu tempat wisata terpopuler di Indonesia. Pada tahun 2008, ribuan wisatawan Indonesia dan mancanegara mengunjungi candi ini. Kini, Candi Prambanan tetap menjadi sebuah monumen megah yang mencerminkan kejayaan masa lalu, keindahan arsitektur Hindu, dan nilai-nilai agama dan budaya yang masih hidup hingga saat ini.

Candi Prambanan: Permata Keajaiban di Indonesia

Candi Prambanan adalah bukti gemilang warisan sejarah, seni, dan agama di Indonesia. Sebagai salah satu peninggalan budaya terbesar di dunia, Prambanan memancarkan pesona keindahan arsitektur Hindu yang megah dan menghadirkan kisah-kisah legendaris dalam setiap sudutnya. Dari etimologi hingga legenda Rara Jonggrang, dari pemugaran hingga peran budaya dan keagamaan yang masih berlangsung, Candi Prambanan menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Indonesia yang tak terlupakan. Menjaga dan merawat keajaiban ini adalah tugas kita, agar Candi Prambanan tetap menjadi peringatan akan kebesaran masa lalu dan inspirasi untuk masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Oleh Penulis