Search

Stasiun Sentolo Jogja: Pintu Masuk Keindahan Kulon Progo

Stasiun Sentolo Jogja
Sumber Gambar : heritage.kai.id

Stasiun Sentolo Jogja (STL) merupakan stasiun kereta api yang terletak di Sentolo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jogja, nama yang tak asing lagi bagi para pencinta destinasi wisata di Indonesia. Terkenal dengan budaya yang kaya, kuliner lezat, dan tentu saja, keindahan alamnya. 

Namun, apa yang banyak orang tidak tahu adalah bahwa kecantikan Jogja tidak hanya terbatas pada pusat kota, tetapi juga merembes hingga ke pelosok daerah. Salah satunya adalah Sentolo, yang memiliki Stasiun Sentolo (STL) sebagai pintu masuk menuju pesona Kulon Progo. 

Mari kita telusuri lebih dalam tentang salah satu stasiun di Yogyakarta dan sejumlah fakta menariknya.

Stasiun Sentolo Jogja: Gerbang Keajaiban Kulon Progo

Lokasi dan Sejarahnya

Destinasi Stasiun Sentolo Jogja, secara geografis, terletak di Sentolo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Stasiun ini terletak pada ketinggian +54 meter di atas permukaan laut dan masuk dalam Daerah Operasi VI Yogyakarta. 

Ketika Anda melintasi jalan raya Wates-Yogyakarta, tidak ada cara Anda bisa melewatinya tanpa melihat Stasiun Sentolo yang berdiri megah di sisi kiri rel. Dengan latar belakang sejarah yang kaya, stasiun ini menarik perhatian sebagai salah satu ikon kecil Kulon Progo.

Stasiun Sentolo Jogja: Pusat Transportasi di Kulon Progo

Stasiun Sentolo Jogja adalah contoh sempurna dari stasiun kereta api kelas III/kecil yang berfungsi sebagai pusat transportasi lokal. 

Selain menjadi tempat berkumpulnya para penumpang kereta, stasiun ini juga memiliki peran penting dalam melayani kebutuhan transportasi masyarakat sekitar. 

Terletak di ketinggian +54 meter, stasiun ini adalah yang paling utara di Kabupaten Kulon Progo, menjadikannya titik akses utama bagi wisatawan yang ingin menjelajahi pesona Kulon Progo.

Arsitektur yang Memukau

Salah satu aspek menarik lainnya dari Stasiun Sentolo Jogja adalah tata letak arsitektur bangunannya. Awalnya, stasiun ini hanya memiliki tiga jalur kereta api, dengan jalur 2 berperan sebagai jalur lurus. 

Namun, seiring dengan perkembangan lintas Kutoarjo–Yogyakarta, stasiun ini mengalami perubahan signifikan. 

Kini, Stasiun Sentolo memiliki empat jalur, dengan jalur 2 khusus digunakan sebagai sepur lurus arah Kutoarjo, sementara jalur 3 sebagai sepur lurus untuk arah Yogyakarta. Perubahan ini menunjukkan komitmen dalam meningkatkan layanan transportasi di daerah ini.

Perubahan di Selatan Stasiun

Di selatan Stasiun Sentolo, sebelumnya terdapat perlintasan sebidang yang berfungsi untuk mengatur lalu lintas antar kereta api dan jalan raya. Namun, pada tanggal 7 Desember 2017, perlintasan sebidang ini resmi ditutup. 

Hal ini mengindikasikan evolusi sistem transportasi yang semakin modern dan aman. Sekarang, stasiun ini tidak lagi melayani pengontrolan perlintasan sebidang.

Stasiun Sentolo Jogja: Memori Tak Terlupakan di Tengah Keindahan Kulon Progo

Menggoda dengan Gaya Klasik

Tak hanya karena fungsinya yang penting, Stasiun Sentolo Jogja juga menarik perhatian dengan arsitektur klasiknya. Stasiun ini adalah salah satu dari enam stasiun kereta api kelas III yang masih mempertahankan bangunan bergaya DKA 1950-an setelah jalur ganda Kutoarjo–Yogyakarta beroperasi. 

Keindahan dan kesan historis dari bangunan ini menambah pesona Stasiun Sentolo sebagai bagian dari warisan budaya yang patut dilestarikan.

Stasiun ini, meskipun mungkin terlihat kecil di peta, memiliki peran besar dalam membuka pintu ke keindahan Kulon Progo. Selain menjadi pusat transportasi yang penting, stasiun ini juga menyimpan sejarah dan arsitektur yang menggoda. 

Jadi, ketika Anda merencanakan perjalanan ke Jogja, jangan lupa untuk mencantumkan Stasiun Sentolo dalam daftar destinasi Anda. Itu adalah pintu gerbang menuju petualangan yang tak terlupakan di Kulon Progo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Oleh Penulis

Moco Lainnya

Ilustrasi digital sarkastik yang menggambarkan sistem hukum otoriter Indonesia melalui Revisi KUHAP dan RUU Perampasan Aset, menyoroti ancaman terhadap hak warga sipil dan prinsip keadilan.
Perampasan Aset dan Revisi KUHAP: Perampasan Melalui Hukum
Air dan Pikiran Mengalir dalam Simpul Perenungan
Air dan Pikiran: Mengalir dalam Simpul Perenungan
Tamasya Batin dan Neurosains Dzikir Menemukan Tuhan dalam Keheningan
Tamasya Batin dan Neurosains Dzikir: Tuhan dalam Keheningan
Pertamina dan Rp 285 Triliun Yang Dicuri 9 Tersangka dan Terminal Rahasia
Pertamina dan 285T: Jejak Mafia dan Korupsi Sistemik
Setya Novanto dan Parodi Keadilan Indonesia
Setya Novanto dan Parodi Keadilan Indonesia: Pengampunan bagi Penjarah Negara
Chromebook Rp 9,9 Triliun dan Bayang-bayang Korupsi Digitalisasi Pendidikan
Chromebook Rp 9,9 Triliun dan Bayang-bayang Korupsi Digitalisasi Pendidikan
Dana Pendidikan 116 Miliar Anggaran Tak Bertuan
Pendidikan: 116 Miliar Anggaran Tak Bertuan
Meaning of You
Meaning of You: Melodi Cinta yang Abadi IU dan Kim Chang Wan
Tomas Tranströmer
Tomas Tranströmer: Biobibliografi Penerima Nobel Sastra 2011
Proyeksi Pasar Energi-Minyak
Proyeksi Pasar Energi-Minyak Global, Pasca Israel-Palestina 2023