Search

Abdulrazak Gurnah: Biobibliografi Penerima Nobel Sastra 2021

Abdulrazak Gurnah
Sumber Gambar: nobelprize.org

Abdulrazak Gurnah, seorang penulis Tanzania kelahiran Zanzibar, telah meraih penghargaan Nobel Sastra tahun 2021. Prestasi luar biasa ini menjadikannya sebagai salah satu tokoh terkemuka dalam dunia sastra kontemporer. Artikel ini akan membahas latar belakang, karyanya, dan pesan dari Nobel Lecture yang disampaikan oleh Abdulrazak Gurnah.

Latar Belakang Abdulrazak Gurnah

Abdulrazak Gurnah lahir pada tahun 1948 di Zanzibar, sebuah pulau di lepas pantai Tanzania yang memiliki warisan budaya dan sejarah yang kaya. Kehidupannya di Zanzibar dan pengalamannya selama periode kolonialisme telah memengaruhi karyanya dengan cara yang mendalam. Dia adalah salah satu penulis yang menghadirkan perspektif unik mengenai sejarah kolonialisme Afrika dan dampaknya pada kehidupan manusia.

Karya-karya Abdulrazak Gurnah

Salah satu karya terkenal Abdulrazak Gurnah adalah novelnya yang berjudul “Paradise” (1994), yang juga mendapat penghargaan Booker Prize. Novel ini menceritakan kisah tentang seorang pemuda Zanzibar yang ditangkap oleh penjajah kolonial dan diangkut sebagai budak ke Pulau Mauritius. Melalui kisah ini, Gurnah menjelajahi tema-tema seperti kolonialisme, perbudakan, dan identitas budaya.

Selain itu, novel-novelnya seperti “By the Sea” (2001) dan “Desertion” (2005) juga menggambarkan dengan cermat perjalanan karakter-karakternya di tengah situasi sosial dan politik yang kompleks. Karyanya sering kali memperlihatkan kebijaksanaan dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan sulit tentang identitas, migrasi, dan ketidaksetaraan.

Pesan dalam Nobel Lecture

Dalam Nobel Lecture-nya, Abdulrazak Gurnah mengungkapkan cinta dan kesenangannya terhadap proses menulis sejak masa kecilnya. Dia merinci bagaimana menulis adalah sebuah kegembiraan bagi dirinya, bahkan saat dia masih seorang anak. Ketika dia mengajar di sekolah, dia mengingat momen-momen ketika siswanya merenungkan kata-kata di atas kertas, dan ini mengingatkannya pada puisi D.H. Lawrence tentang kegembiraan menulis.

Namun, Gurnah juga mengungkapkan perubahan dalam motivasinya untuk menulis saat dia pindah ke Inggris. Dia mulai merenungkan pengalaman masa lalu, termasuk peristiwa-peristiwa tragis yang terjadi di Zanzibar pada tahun 1960-an. Dia merasa penting untuk mengingat dan mendokumentasikan sejarah yang sebagian besar orang cenderung lupakan atau mengubahnya sesuai dengan narasi yang lebih nyaman.

Abdulrazak Gurnah juga mencermati bagaimana pengalaman kolonialisme telah membentuk hidupnya dan generasinya. Dia menyoroti bagaimana pandangan orang-orang terhadapnya berubah di Inggris, di mana dia menjadi sasaran sikap rasial dan stereotip. Ini memotivasinya untuk menulis sebagai bentuk penolakan terhadap pandangan negatif tersebut.

Pada akhirnya, Gurnah menegaskan bahwa menulis bukan hanya tentang pertarungan atau polemik, tetapi juga tentang menampilkan kedalaman manusia, termasuk kebaikan di tengah keburukan. Dia percaya bahwa menulis dapat menggambarkan apa yang bisa berbeda dan menawarkan perspektif yang lebih luas tentang kemanusiaan.

Unduh Pdfnya di sini

Penutup

Abdulrazak Gurnah adalah seorang penulis yang telah memberikan kontribusi besar bagi sastra dunia dengan karyanya yang menggugah dan menginspirasi. Dalam penerimaan Nobel Sastra-nya, dia mengingatkan kita akan pentingnya menghargai sejarah, menggambarkan manusia dalam semua kompleksitasnya, dan menjadikan tulisan sebagai alat untuk menggugah kesadaran dan empati.

Abdulrazak Gurnah adalah penerima Nobel Sastra yang pantas mendapatkan pengakuan atas karyanya yang luar biasa, yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi dan mengajak kita merenung tentang dunia yang kita tinggali. Akhirnya, semoga karyanya terus memberikan dampak positif dalam dunia sastra internasional.

Baca Juga: Penerima Nobel Sastra 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Oleh Penulis