Search

Fakta Menarik Jogja: 5 Fakta yang Perlu Anda Ketahui

Bangunan Sejarah Tugu Jogja
Bangunan Sejarah Tugu Jogja / Pinterest medium.com

Fakta menarik Jogja, selain menyimpan keindahan alam dan kekayaan budaya yang luar biasa, Jogja juga memiliki fakta menarik lainnya. Jogja banyak menyembunyikan sejumlah fakta menarik yang mengundang rasa ingin tahu. 

Siapa sangka, di balik gemerlapnya destinasi wisata, Jogja pernah menjadi ibu kota Republik Indonesia pada awal kemerdekaan. Hingga kini tidak mengenal istilah kecamatan dan desa seperti daerah lainnya. 

Kemudian, peristiwa meletusnya Gunung Merapi selama 120 jam menjadi catatan sejarah tersendiri bagi kota ini. Selain itu, sistem pemerintahan DIY yang unik, dengan Gubernur dan Wakil Gubernur yang berasal dari kesultanan, merupakan salah satu keistimewaan yang membuat Jogja berbeda dari daerah lain. 

Semua fakta menarik ini semakin menambah daya tarik Jogja sebagai destinasi wisata yang tidak hanya memesona mata, tetapi juga mencuri hati siapa pun yang mengunjunginya.

Keajaiban Jogja: Menyingkap Pesona dan Fakta-Fakta Menarik di Balik Destinasi Wisata Istimewa

Bergabung Pasca Kemerdekaan RI

Fakta Menarik Jogja
Sumber Gambar : wikipedia Gedung Agung Istana Yogyakarta

Dibalik pesona alamnya yang memesona, Jogja ternyata menyimpan fakta menarik yang mencengangkan! Pada 5 September 1945, Kesultanan Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman dengan tegar menyatakan kesetiaan mereka pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Tidak kurang dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Kanjeng Gusti Pangeran Adibati Aryo Paku Alam VIII yang turut menandatangani dekret bersejarah ini. 

Gabungnya Jogja dengan Indonesia bukan sekadar formalitas, melainkan langkah berani dan tegas untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa yang baru merdeka. Sebuah fakta bersejarah yang menghadirkan hikmah bagi tiap kunjungan kita ke kota istimewa ini!

Tidak Ada Istilah Kecamatan dan Desa di DIY

Fakta Menarik Jogja
Sumber Gambar : Kemdikbud.go.id

Ternyata, DIY tak hanya menyimpan fakta menarik, sejarah yang kaya dan ada kejaiban Jogja, tetapi juga menghadirkan perubahan istilah yang memikat! 

Sejak adanya peraturan Gubernur DIY Nomor 25 tahun 2019, istilah kewilayahan di daerah istimewa ini mengalami metamorfosis yang menarik. Kata “kecamatan” pun berubah menjadi “kepanewon” atau “Kemantren,” sementara “Desa” berubah menjadi “kelurahan.” 

Perubahan ini bukan sekadar berganti nama, tetapi bagian dari upaya mendalam untuk melestarikan kekhasan dan keunikan DIY sebagai daerah istimewa dengan tradisi dan budaya yang begitu kental. 

Melangkah di DIY, tak hanya berjalan di antara pesona alam dan bangunan bersejarah, tapi juga merenungi betapa eratnya DIY berpegang pada akar budaya dan identitasnya yang tak tertandingi.

Pernah Menjadi Ibukota Negara Republik Indonesia

Fakta Menarik Jogja
Sumber Gambar : tiket.com

Sebuah kisah fakta menarik keajaiban Jogja yang menakjubkan menghiasi awal kemerdekaan Indonesia! Saat itu, Jakarta mengalami pergolakan politik dan ancaman dari tentara Belanda yang mengancam kedaulatan bangsa. 

Oleh karena itu, keputusan berani pun diambil: ibu kota Republik Indonesia dipindahkan dari Jakarta ke Yogyakarta pada bulan Januari 1946. 

Dalam suatu aksi penuh rahasia, tanpa sepengetahuan Belanda, Presiden Sukarno dan rombongan berani beralih ke Yogyakarta dengan menggunakan lokomotif. 

Kota istimewa ini pun menjadi saksi sejarah, menjalani peran sebagai ibu kota sementara yang kuat dan berwibawa hingga 27 Desember 1949. 

Setelah perjalanan yang memukau, akhirnya ibu kota pindah kembali ke Jakarta, tetapi kenangan luar biasa tentang keberanian dan keteguhan hati DIY selalu terkenang dan mendapat penghargaan oleh bangsa.

Tidak Ada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY

Fakta Menarik Jogja
Sumber Gambar : kratonjogja.id

Keunikan DIY bukan hanya sekadar cerita legenda, tetapi menjadi kenyataan yang memikat serta terdapat fakta menarik Jogja! Salah satu keistimewaan yang tak tertandingi adalah sistem pemerintahannya yang khas. 

Di tanah Jawa ini, jabatan Gubernur DIY tak pernah lepas dari tangan bijak Sultan HamengkuBuwono yang bertakhta. Ia menjadi simbol kesatuan dan identitas kebudayaan DIY yang begitu kuat dan mengakar. Tak hanya itu, posisi Wakil Gubernur pun diisi oleh Adipati Paku Alam yang juga bertakhta. 

Keunikan tak berhenti di situ, karena Gubernur dan Wakil Gubernur DIY bukanlah hasil dari pemilihan umum seperti di daerah lain. 

Mereka dipilih dengan cara turun-temurun, meneruskan tradisi gemilang yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini. 

DIY, sebagai daerah istimewa yang tiada tandingannya, memberikan pengalaman unik dan tak terlupakan bagi siapa saja yang menginjakkan kaki di tanah yang dipenuhi nuansa kearifan lokal dan kehangatan tradisi.

Gunung Merapi Pernah Meletus Selama 120 Jam

Sumber Gambar : pinterest azie-expert.nl

Gunung Merapi, megah namun misterius, memegang reputasi sebagai gunung berapi paling aktif di Indonesia. Sejak tahun 1548, gunung ini telah membara sebanyak 68 kali, meninggalkan catatan bersejarah yang menggetarkan. 

Salah satu peristiwa paling mencolok terjadi pada tahun 1872, ketika Merapi meletus tanpa henti selama 120 jam. Waktu itu, ancaman bagi masyarakat sekitar begitu besar, dan letusan itu meninggalkan jejak bersejarah yang tak terlupakan bagi Jogja. 

Tidak kalah dahsyatnya, letusan hebat tahun 1930 juga mencatatkan tragedi besar dengan menewaskan banyak nyawa tak berdosa. 

Namun, meskipun bahaya merayap, pesona alam dan daya tarik gunung Merapi tetap memikat para petualang yang berani untuk menyaksikan kehebatannya dari dekat dan ini masuk dalam fakta menarik Jogja.

Jejak Wisata Jogja: Menutup Lembaran Petualangan Penuh Pesona dan Keajaiban Jogja

Di dalam setiap sudutnya, Jogja menyimpan seribu cerita dan keajaiban. Jejak langkah kita meresapi sejarah, menikmati kekayaan budaya, dan merasakan pesona alam yang menakjubkan. 

Kota istimewa ini mengajak kita dalam petualangan yang tak terlupakan, seperti menyusuri lorong-lorong bersejarah Taman Sari yang misterius, atau meresapi gemerlap malam di Malioboro sambil menyeruput wedang ronde hangat. 

Mengunjungi Candi Borobudur dan Prambanan membawa kita kembali ke masa lampau, sementara mendaki Gunung Merapi membuktikan kegigihan dan keberanian kita. Tak hanya itu, sensasi kulinernya juga memikat hati, dengan gudeg yang lezat dan bakpia manis yang menggoda selera. 

Jejak wisata Jogja, semanis gula merah, semerdu gamelan, dan seluas keindahan panorama Pantai Parangtritis. Dalam setiap kenangan yang tercipta, Jogja akan selalu menjadi kota yang berarti, menyimpan pesona dan keajaiban yang tak akan pernah pudar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Oleh Penulis