Search

Gadis Kretek S1: Tragedi, Romantisme, dan Rokok Masa Lampau

Gadis Kretek

Baru-baru ini, sorotan Twitter ramai-ramai memperbincangkan seputar Gadis Kretek. Serial ini adalah adaptasi dari novel berjudul sama karya Ratih Kumala dengan penerbit Gramedia Pustaka Utama.

Novel Gadis Kretek yang memiliki 274 halaman ini memukau banyak orang dan masuk dalam 10 besar penerima penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa 2012. Di balik serial ini tersimpan kisah yang melibatkan pergerakan pabrik kretek pada awal kemerdekaan Republik Indonesia.

Ratih Kumala, penulis novel, adalah seorang penulis yang lahir di Jakarta pada tanggal 4 April 1980. Selain menulis novel, ia juga merupakan penulis cerita pendek. Dalam perjalanannya, ia bahkan pernah bergabung dalam tim penulis Jalan Sesama, program televisi yang meruapakan adaptasi dari Sesame Street. Bukan hanya “Gadis Kretek”, karyanya yang lain seperti “Genesis” (2005), “Larutan Senja” (2006), “Kronik Betawi” (2009), “Bastian dan Jamur Ajaib” (2015), dan “Wesel Pos” (2018) juga telah mengukir jejaknya.

Pemain-pemain ternama seperti Dian Sastrowardoyo, Ario Bayu, dan Putri Marino ikut berpartisipasi hadir. Serial ini memberikan nuansa klasik dan mengambil latar di tahun 1960-an, mengajak penonton dalam perjalanan meracik rempah-rempah untuk menciptakan rokok kretek yang sempurna.

Moco juga Film Midway: Cikal Bakal World War IIhttps://mocopat.com/film-midway-2019-perang-epik-pasifik-1941/

Sinopsis Gadis Kretek

Gadis Kretek
Sumber Gambar: kompas

Mengenai sinopsis, Gadis Kretek Season 1 mengisahkan tentang tragedi dan romantisme pada masa itu, di mana cerita cinta antara Raja dan Jeng Yah menjadi benang merah dalam narasi. Pak Raja terpikat oleh kretek buatan Jeng Yah, yang memiliki bumbu rahasia yang menjadi daya tarik Kretek Gadis. Rasa manis pada rokok ini dihasilkan dari air liur Jeng Yah yang menjadi perekat kertas linting untuk tembakau dan cengkeh campuran.

Peristiwa yang tak terduga terjadi ketika Pak Raja, pada ambang kematian, menyebut nama seorang perempuan yang bukanlah istrinya. Namanya adalah Jeng Yah. Hal ini membuat tiga anak Pak Raja, Lebas, Karim, dan Tegar, merasa penasaran dan khawatir. Istri Pak Raja pun merasa cemburu. Tiga anak tersebut pun memulai pencarian mereka untuk menemukan Jeng Yah sebelum sang ayah meninggal.

Selama perjalanan, anak-anak Pak Raja juga memahami jejak bisnis ayah mereka. Mereka mengetahui rahasia-rahasia di balik sukses Kretek Djagad Raja, termasuk hubungan asmara antara Jeng Yah dan ayah mereka.

Gadis Kretek Season 1 bukan hanya sekadar kisah cinta dan petualangan tokoh-tokoh utama. Serial ini juga membuka tirai sejarah perkembangan industri rokok kretek di Indonesia, mulai dari masa kolonial Belanda hingga era PKI. Berbagai isu seperti kepopuleran rokok klembak yang kalah bersaing dengan kretek serta perjuangan pabrik kretek lokal dalam menghadapi perusahaan rokok besar juga turut diceritakan.

Serial ini memberikan penghormatan kepada masa lalu, mengangkat cerita tentang cinta, kerja keras, dan perubahan sosial. Gadis Kretek Season 1 mengajak penonton untuk melihat masa lalu yang membentuk Indonesia saat ini melalui mata karakter-karakter yang kuat. Dengan latar historis yang kuat, Gadis Kretek Season 1 menceritakan kisah yang tak hanya menarik namun juga menginspirasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Oleh Penulis