Search

Louise Glück: Biobibliografi Penerima Nobel Sastra 2020

Louise Glück
Sumber Gambar: nobelprize.org

Pada tanggal 8 Oktober 2020, Nobel Sastra tahun 2020 dianugerahkan kepada penyair Amerika, Louise Glück, yang kemudian diakui oleh anggota Akademi Swedia “karena suara sastranya yang khas yang dengan keindahan yang tegas menjadikan eksistensi individu sebagai sesuatu yang universal.”

Louise Glück menjadi laureate ke-13 dari Amerika Serikat, mengikuti langkah penyanyi legendaris Bob Dylan yang meraih penghargaan serupa pada tahun 2016 dan penulis terkenal Toni Morrison yang meraih Nobel Sastra pada tahun 1993.

Profil Louise Glück

Louise Glück adalah seorang penyair dan penulis esai Amerika yang terkenal dengan karyanya yang penuh emosi, menggunakan imaji mitologis dan alam untuk memahami kehidupan dan pengalaman pribadi.

Beberapa tema yang sering muncul dalam koleksinya adalah mengenai masa kecil, kehidupan keluarga, hubungan, dan kematian. Selain mitologi klasik, tradisi sastra berbahasa Inggris menjadi sumber inspirasi utamanya. Bahasanya ditandai dengan kejelasan dan ketepatan, bebas dari formalitas sastra.

Sebagai Poet Laureate Amerika Serikat, ia telah meraih banyak penghargaan sastra, termasuk Pulitzer Prize, National Book Award, dan Bollingen Prize. Beberapa koleksi puisi terkenalnya termasuk “The Triumph of Achilles” (1985), “The Wild Iris” (1992), “Averno” (2006), dan “Faithful and Virtuous Night” (2014).

Pernyataan Nobel Sastra 2020

Pada upacara pemberian penghargaan yang berlangsung pada tanggal 10 Desember 2020, Prof. Anders Olsson menyampaikan pernyataan berikut tentang Louise Glück:

“Puisi-puisi Louise Glück ia tulis dengan sudut pandang retrospektif. Masa kecil dan hubungan yang tegang dengan orangtua dan saudara merupakan motif yang tak pernah lepas.

Glück telah menghasilkan dua belas koleksi puisi dan beberapa volume esai tentang sastra, semuanya muncul oleh keinginan untuk kejelasan. Tidak ada yang lebih tegas daripada ia sendiri melawan ilusi diri. Materi otobiografi menjadi sangat penting, tetapi Glück hampir tidak pernah menjadi penyair yang konfesional.

“Kebenaran” yang harus hadir mengalir melalui imajinasi dan suara-suara yang bersifat gantian, seperti pelukis. Dalam beberapa bukunya, Glück berbicara melalui tokoh-tokoh mitos seperti Dido, Persephone, atau Eurydice.”

Louise Glück, Penyair Penuh Kontradiksi

Louise Glück bukanlah hanya seorang penulis yang penuh kontradiksi dan pemikiran yang tegas. Dia juga seorang penyair pembaruan, dengan sedikit tandingan. Meskipun puisinya tertulis secara retrospektif dan tampaknya terikat pada pohon apel seperti yang ada dalam masa kecilnya, salah satu kata kuncinya adalah perubahan.

Dia mengajarkan kepada kita bahwa saat pembaruan datang juga kedatangan kata-kata. Dorongan batinnya adalah kelaparan spiritual dan penghormatan luar biasa terhadap kemungkinan sastra. Lompatan pembaruan bisa menggunakan diksi yang tampaknya sederhana dari perumpamaan yang berpikir, tetapi juga komedi dan kecerdasan yang tajam.

Dan ketika Louise Glück dalam karya-karya terbarunya menghadapi akhir yang tak terhindarkan, ada keanggunan dan kelenturan luar biasa dalam sentuhannya. Ini adalah catatan yang abadi dan dapat membawa kami, pembaca, maju juga.

Unduh Pdfnya di sini

Penghargaan dalam Waktu Pandemi

Karena pembatasan yang diberlakukan oleh pandemi COVID-19, pesta tahunan Nobel harus ditunda. Namun, Louise Glück masih menerima medali, diploma, dan hadiah uangnya dari Akademi Swedia di kediamannya di New York City.

Kesimpulan

Louise Glück, sebagai penerima Nobel Sastra 2020, telah mengukir namanya dalam sejarah sastra dengan karya-karya puitis yang memukau.

Dengan keterampilannya dalam menggunakan bahasa yang jelas dan tegas, ia telah menghadirkan pengalaman pribadi menjadi sesuatu yang universal, menciptakan karya yang tidak hanya mempertimbangkan masa lalu tetapi juga memberikan ruang bagi pembaruan dan pengungkapan kreatif. Penghargaan ini adalah pengakuan atas kontribusi luar biasa Louise Glück terhadap dunia sastra, dan karya-karyanya akan terus menginspirasi para pembaca di seluruh dunia.

Nobel Sastra 2020 telah menghormati seorang penyair yang telah membawa keindahan, kejelasan, dan pembaruan ke dalam dunia puisi.

Baca Juga: Penerima Nobel Sastra 2019

Artikel Oleh Penulis

Moco Lainnya

Jika DPRD Harus Memilih Kepala Daerah, di mana Suara Rakyat
Jika DPRD Harus Memilih Kepala Daerah, di mana Suara Rakyat?
Optimalisasi Peran Perempuan dalam Ranah Politik dan Pembangunan Bangsa Indonesia
Optimalisasi Peran Perempuan dalam Ranah Politik dan Pembangunan Bangsa Indonesia
Revitalisasi Wawasan Nusantara di Tengah Krisis Identitas
Revitalisasi Wawasan Nusantara di Tengah Krisis Identitas
Apa yang bisa dipelajari dari organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai organisasi yang melahirkan banyak pejabat, namun saat ini mengalami krisis moral
Apa yang bisa dipelajari dari organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai organisasi yang melahirkan banyak pejabat, namun saat ini mengalami krisis moral
Dibalik Optimistic Bias dapat merusak peran Kader HMI dalam Menjaga Kesejahteraan Indonesia
Dibalik Optimistic Bias dapat merusak peran Kader HMI dalam Menjaga Kesejahteraan Indonesia
Ilustrasi digital sarkastik yang menggambarkan sistem hukum otoriter Indonesia melalui Revisi KUHAP dan RUU Perampasan Aset, menyoroti ancaman terhadap hak warga sipil dan prinsip keadilan.
Perampasan Aset dan Revisi KUHAP: Perampasan Melalui Hukum
Air dan Pikiran Mengalir dalam Simpul Perenungan
Air dan Pikiran: Mengalir dalam Simpul Perenungan
Tamasya Batin dan Neurosains Dzikir Menemukan Tuhan dalam Keheningan
Tamasya Batin dan Neurosains Dzikir: Tuhan dalam Keheningan
Pertamina dan Rp 285 Triliun Yang Dicuri 9 Tersangka dan Terminal Rahasia
Pertamina dan 285T: Jejak Mafia dan Korupsi Sistemik
Setya Novanto dan Parodi Keadilan Indonesia
Setya Novanto dan Parodi Keadilan Indonesia: Pengampunan bagi Penjarah Negara