Search

Pasar Beringharjo Jogja: Jejak Sejarah dan Pesona Budaya

Pasar Beringharjo Jogja
Sumber Gambar : warta jogjakota

Pasar Beringharjo Jogja, dengan segala pesonanya, adalah salah satu tempat yang mencerminkan kekayaan sejarah dan budaya Kota Yogyakarta yang tak terbandingkan.

 Terletak di Jalan Marga Mulya nomor 16, pasar ini telah menjadi saksi bisu bagi perubahan zaman. Seiring dengan perjalanan panjang dari hutan beringin hingga menjadi salah satu pasar tertua yang tak lekang oleh waktu.

Nama “Beringharjo” sendiri memiliki makna mendalam yang mencerminkan harapan dan perubahan, mengingatkan kita akan pentingnya tempat ini dalam kehidupan masyarakat setempat. Dalam artikel ini, kami akan membawa Anda menelusuri jejak sejarah, filosofi, dan kekayaan kultural yang tersembunyi di balik dinding-dinding pasar yang khas ini. Selamat datang di perjalanan melalui “Pasar Beringharjo Jogja.”

Menjejak Sejarah dan Budaya: Pasar Beringharjo Jogja

Jejak Historis Pasar Beringharjo

Pasar Beringharjo Jogja bukan sekadar sebuah pasar, melainkan harta warisan bersejarah. Nama Beringharjo mengandung pesan penting yang terbaca dalam makna harafiahnya. “Bering” berasal dari “hutan pohon beringin,” yang diharapkan akan memberikan kesejahteraan kepada warga Yogyakarta. Sedangkan “harjo” mengandung arti sejahtera, menciptakan harapan bahwa tempat ini akan membawa kebaikan dan kemakmuran bagi masyarakat.

Ada pula versi lain yang menafsirkan nama “Beringharjo” dari kata-kata yang melambangkan perubahan. Kata “jember” yang berarti basah atau lembab merujuk pada masa lalu daerah ini sebagai rawa. “Ring” menggambarkan perubahan menjadi kering, dan “harjo” menyiratkan keindahan dan kebersihan. Dengan demikian, Beringharjo menggambarkan perjalanan dari keadaan lembab menjadi kering dan bersih.

Jejak Sejarah Pasar yang Berkilau

Sejarah Pasar Beringharjo berawal dari zaman ketika wilayah ini masih banyak hutan beringin. Setelah berdirinya Kraton Yogyakarta pada tahun 1758, tempat ini menjadi pusat transaksi ekonomi bagi warga Yogyakarta dan sekitarnya. 

Namun, pasar ini mencapai puncak kemasyhuran pada tahun 1925 ketika Sri Sultan Hamengku Buwono VIII memerintahkan pembangunan los-los pasar oleh Nederlansch Indisch Beton Maatschappij. Saat itulah nama “Beringharjo” terpilih, menandakan perubahan besar dalam sejarah pasar ini.

Pasar Beringharjo memiliki nilai historis yang tak ternilai harganya karena telah menyaksikan tiga periode bersejarah: masa kerajaan, penjajahan, dan kemerdekaan. Ini adalah bagian penting dalam pola tata kota Kesultanan Yogyakarta yang banyak orang mengenalnya sebagai Catur Tunggal, yang mencakup keraton, alun-alun, masjid, dan tentu saja, pasar sebagai pusat aktivitas ekonomi.

Arsitektur yang Mengesankan

Pasar Beringharjo juga menonjol dengan arsitektur yang khas. Interior bangunan merupakan perpaduan harmonis antara arsitektur kolonial dan tradisional Jawa. Pasar ini terbagi menjadi dua bangunan utama: bagian barat dengan dua lantai dan bagian timur dengan tiga lantai. 

Pintu masuk utama pasar menghadap Jalan Malioboro, dengan tulisan “Pasar Beringharjo” yang ditulis dalam aksara Latin dan aksara Jawa, menggambarkan perpaduan budaya yang kaya.

Di sekitar pintu utama, dua ruangan kecil berfungsi sebagai kantor pengelola pasar. Jalan utama di dalam pasar memiliki lebar sekitar 2 meter, dengan los-los terbuka di kedua sisi. Selain pintu utama, terdapat pintu-pintu lain di bagian utara, timur, dan selatan, meskipun ukurannya lebih kecil dibandingkan pintu utama.

Pasar yang Menawarkan Segalanya

Pasar Beringharjo adalah surga belanja yang menawarkan beragam barang. Dari batik yang terkenal hingga jajanan pasar yang lezat, uang kuno, pakaian untuk segala usia, makanan cepat saji, bahan dasar jamu tradisional, sembako, hingga barang-barang antik yang langka. 

Selanjutnya, pasar ini adalah tempat yang sempurna untuk mencari cinderamata khas Jogja atau mengeksplorasi kekayaan budaya dan sejarah yang mendalam.

Pasar Beringharjo bukan sekadar tempat belanja; itu adalah pusat kehidupan, sejarah, dan warisan budaya Yogyakarta. Ketika Anda mengunjungi Pasar Beringharjo, Anda tidak hanya berbelanja, tetapi juga mengalami kisah panjang yang membentuk identitas kota ini.

Menghormati Warisan: Pasar Beringharjo Jogja, Sebuah Permata Budaya

Seiring matahari merunduk di ufuk barat, kita mengakhiri perjalanan melalui Pasar Beringharjo Jogja yang penuh makna ini. Dalam setiap lorong dan sudutnya, kita telah menyaksikan jalinan antara masa lalu dan masa kini, dan bagaimana tempat ini terus berubah sambil mempertahankan identitasnya yang unik. 

Pasar ini adalah lebih dari sekadar tempat belanja; ia adalah cerminan dari semangat dan warisan yang diwariskan dari generasi ke generasi. 

Semoga artikel ini telah membawa Anda merasakan kedalaman sejarah dan keindahan budaya di setiap serpihan pasar yang ramai ini. Mari kita terus menghormati dan menjaga warisan berharga ini, memastikan bahwa Pasar Beringharjo Jogja akan terus bersinar sebagai permata budaya bagi generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Oleh Penulis