Search

Stasiun Rewulu Jogja: Potret Sejarah dan Keindahan Arsitektur

Stasiun Rewulu Jogja
Sumber gambar : kai.id

Stasiun Rewulu Jogja, sebuah titik penting dalam jaringan kereta api yang berlokasi di Argomulyo, Sedayu, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Stasiun ini bukan sekadar tempat transit, tetapi juga sebuah penanda sejarah dan keindahan arsitektur yang tak terlupakan. Dengan ketinggian +88 meter di atas permukaan laut, stasiun ini menghadirkan pesona yang unik dalam perjalanannya.

Jika Anda adalah salah satu penggemar perjalanan kereta api, maka Stasiun Rewulu Jogja mungkin bukanlah nama yang asing bagi Anda. Stasiun ini terletak di Argomulyo, Sedayu, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan menjadi salah satu bagian penting dari Daerah Operasi VI Yogyakarta. 

Stasiun yang berada pada ketinggian +88 meter ini memiliki 5 jalur, serta memiliki koneksi langsung dengan depot BBM yang terletak sekitar 1 kilometer di selatan stasiun. Dalam artikel ini, kita akan menggali lebih dalam tentang keindahan dan sejarah Stasiun Rewulu Jogja.

Pintu Gerbang Menuju Eksplorasi: Mengenal Stasiun Rewulu Jogja

Arsitektur yang Memikat Hati

Begitu Anda tiba di salah satu staisun di Jogja ini, Anda akan langsung terpesona oleh gaya arsitektur bangunan stasiun ini. Gaya bangunannya mirip dengan beberapa stasiun lain di sekitarnya, seperti Stasiun Bantul, Palbapang, Winongo, Kedundang, Sukoharjo, dan Wojo. Salah satu ciri khas yang menarik adalah ventilasi bulat berterali besi kotak-kotak yang menjadi bagian dari desain stasiun ini.

Namun, ada satu cerita menarik terkait dengan sejarah stasiun ini. Dahulu, terdapat percabangan rel dengan lebar sepur decauville yang menghubungkan stasiun ini dengan Pabrik Gula Rewulu. Sayangnya, Pabrik Gula Rewulu mengalami kebangkrutan, dan percabangan tersebut akhirnya dihilangkan. Meskipun begitu, jejak sejarahnya masih bisa ditemukan dalam sejarah Stasiun Rewulu Jogja.

Perubahan Lanskap Stasiun

Stasiun Rewulu Jogja telah mengalami perubahan signifikan dalam tata letak jalurnya. Awalnya, stasiun ini hanya memiliki empat jalur kereta api, dengan jalur 2 sebagai sepur lurus. Ada juga satu jalur simpang yang mengarah ke depot BBM Pertamina yang terletak sekitar 1 kilometer di selatan stasiun. Jalur ini melintasi perkampungan sebelum masuk ke depot. Jalur 4 akhirnya berakhir buntu di depot gerbong di sebelah barat daya stasiun.

Namun, perubahan besar terjadi ketika jalur ganda di lintas Kutoarjo–Yogyakarta mulai beroperasi pada tahun 2006–2007. Tata letak stasiun ini berubah menjadi lima jalur, dengan jalur 1 dan 2 sebagai jalur lurus. Jalur 2 yang eksisting dijadikan jalur hulu arah Yogyakarta, sementara jalur 1 menjadi jalur lurus arah hilir (Kutoarjo). Selain itu, jalur yang mengarah ke depot minyak Pertamina terhubung langsung dengan jalur 5 setelah penyelesaian jalur ganda tersebut.

Menelusuri Pesona Sejarah dan Kecantikan Stasiun Rewulu Jogja

Dalam perjalanan kita menjelajahi Stasiun Rewulu Jogja, kita telah merasakan keindahan dan pesona sejarahnya yang tak terlupakan. Dari arsitektur yang memesona hingga perubahan tata letak jalur yang menarik, stasiun ini bukan sekadar titik persinggahan dalam perjalanan kereta api, tetapi juga sebuah potongan hidup dalam sejarah kereta api di Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Stasiun kereta ini mengajarkan kita bahwa bahkan tempat-tempat yang tampak sederhana dapat memiliki cerita dan pesona yang luar biasa jika kita berusaha melihatnya dengan mata hati yang terbuka. Semoga kita dapat terus mengapresiasi keindahan dan sejarah di sekeliling kita saat menjalani perjalanan hidup kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Oleh Penulis