Search

17 Permainan Tradisional Khas Indonesia

Permainan Tradisional

Indonesia kaya akan keragaman budaya, sehingga setiap wilayah memiliki adat dan budaya yang unik dan menarik. Salah satu hasil dari kekayaan budaya ini adalah permainan tradisional. Anak-anak sering memainkan permainan-permainan ini.

Namun, permainan tradisional Indonesia yang beragam ini saat ini sedang menghadapi tantangan, karena generasi muda saat ini lebih cenderung memilih bermain gadget atau video game. Padahal, permainan tradisional ini memiliki banyak manfaat.

Bermain permainan tradisional tidak hanya menghibur, tetapi juga dapat melatih kreativitas dan kemampuan motorik anak-anak. Selain itu, permainan ini mendorong interaksi antara anak-anak, membantu pengembangan kemampuan komunikasi.

Berikut ini adalah daftar permainan tradisional anak yang sebaiknya tetap terlestarikan oleh anak-anak di Indonesia:

1. Permainan Cublak Cublak Suweng

Permainan Tradisional
Sumber Gambar: Pinterest @dailysiacom

Cublak Cublak Suweng adalah salah satu permainan anak tradisional yang berasal dari Indonesia, khususnya daerah Jawa Tengah. Permainan ini biasanya dimainkan oleh sekelompok anak-anak yang berinteraksi secara bergantian. Nama “Cublak Cublak Suweng” sebenarnya mengacu pada suatu jenis burung yang biasanya berkicau di daerah pedesaan.

Permainan ini melibatkan beberapa pemain, dan cara bermainnya cukup sederhana.

Cara Bermain:

  • Pemilihan Penebak: Salah satu pemain berperan sebagai “penebak” atau “si Suweng.” Orang yang ada di posisi ini akan membungkuk dan menghadap ke bawah, tidak melihat apa yang terjadi di sekitarnya.
  • Pemain Lainnya: Pemain lainnya akan berdiri di sekitar pemain yang membungkuk. Mereka akan meletakkan tangan mereka terbuka di atas punggung pemain yang membungkuk.
  • Bermain dan Bernyanyi: Seluruh pemain, termasuk yang membungkuk, akan menyanyikan lagu “Cublak Cublak Suweng” sambil memindahkan suatu objek (seperti kerikil) dari satu tangan ke tangan yang lain secara bergantian.
  • Penyembunyian Objek: Ketika lagu selesai, pemain yang membungkuk harus menebak di tangan pemain mana objek tersebut berada.
  • Penebak Menebak: Pemain yang membungkuk harus menebak di tangan pemain mana objek tersebut terakhir kali tersimpan. Jika ia berhasil menebak dengan benar, maka peran penebak akan bergantian kepada pemain yang baru.

Cara permainan ini berlangsung secara cepat dan ceria. Lagu “Cublak Cublak Suweng” yang terdengar selama permainan ini menciptakan suasana yang riang dan interaktif. Permainan ini tidak hanya menghibur anak-anak, tetapi juga melibatkan mereka dalam keterampilan motorik dan permainan sosial.

Cublak Cublak Suweng merupakan contoh nyata dari kekayaan budaya Indonesia dan penting untuk terus menjadi permainan utama anak-anak agar generasi muda dapat mengenal dan menikmati warisan tradisional ini.

2. Permainan Layangan

Bermain layangan, atau ‘layang-layang’ atau ‘wau’, adalah permainan tradisional Indonesia yang melibatkan menerbangkan lembaran kertas minyak yang berkerangka dengan bantuan angin. Permainan ini sering menjadi idola anak-anak di musim tertentu kemarau, terutama anak laki-laki, dan memiliki variasi dalam bentuk dan teknik di berbagai daerah.

Cara Bermain

  • Persiapan Alat dan Bahan: Siapkan layangan yang terbuat dari kertas minyak atau bahan serupa. Layangan ini memiliki kerangka yang kuat dan biasanya memiliki bentuk tertentu, seperti persegi panjang atau segiempat. Bahan untuk membuat kerangka bisa berupa bambu atau kayu, kerta atau kain, dan bahan lainnya.
  • Menerbangkan Layangan: Tempatkan layangan di atas permukaan datar dan buka tali yang terikat pada ujungnya. Kemudian, dengan menghadap angin, pegang tali yang menghubungkan layangan dengan tanah, lalu berlari seiring arah angin untuk memberikan kecepatan pada layangan dan mengangkatnya ke udara.
  • Memainkan Layangan: Begitu layangan terangkat, berikan sedikit tarikan pada tali untuk mengatur ketinggian dan arah layangan. Layangan yang baik akan tetap stabil di udara dan tidak bergerak secara liar. Anda dapat mencoba membuatnya berputar atau meliuk-liuk dengan mengatur tali.
  • Adu Kekuatan Layangan: Salah satu aspek yang menarik dalam bermain layangan adalah adu kuat layangan. Pemain dapat mengajak teman-teman untuk membandingkan siapa yang memiliki layangan yang lebih kuat dan tahan lama di udara.
  • Menjaga dan Mengembangkan Layangan: Terkadang layangan bisa mengalami kerusakan akibat angin kencang atau tabrakan dengan layangan lain. Oleh karena itu, pemain perlu memperbaiki layangan jika rusak dan mengembangkannya dengan menambahkan hiasan atau warna.
  • Aman dan Bertanggung Jawab: Penting untuk memainkan layangan dengan aman dan bertanggung jawab. Pastikan layangan tidak mengganggu lalu lintas udara atau merusak lingkungan sekitarnya.

Bermain layangan bukan hanya tentang menerbangkan lembaran kertas di udara, tetapi juga melibatkan keterampilan dalam mengontrol layangan dan mengikuti arah angin. Selain itu, adu kuat layangan bisa menjadi momen seru dan mengasyikkan saat bermain bersama teman-teman. Layangan juga memiliki makna budaya dalam berbagai daerah di Indonesia dan menjadi bagian penting dari tradisi lokal.

3. Permainan Tuk Tuk Geni

Permainan Tradisional
Sumber Gambar: chanelmuslim.com

Tuk Tuk Geni, memiliki nama lain “Nenek Gerondong,” adalah permainan tradisional Indonesia yang berasal dari daerah Betawi, yaitu daerah Jakarta. Nama “Tuk Tuk Geni” mengacu pada suara dari gong kecil yang biasanya ada dalam permainan ini.

Permainan ini umumnya dimainkan oleh sekelompok anak-anak, dan memiliki elemen peran serta nyanyian yang membuatnya lebih menarik dan interaktif.

Cara Bermain

  • Pemilihan Pemain Nenek Gerondong: Salah satu pemain akan terpilih sebagai “Nenek Gerondong.” Cara pemilihan ini bisa dengan hompimpa atau cara lain yang cocok.
  • Pemain Lainnya: Pemain lainnya akan berperan sebagai “Anak-anak Pemilik Ubi.” Mereka akan duduk berbaris dengan tangan memeluk pinggang pemain di depannya. Biasanya pemain paling depan memeluk pohon atau tiang yang kokoh.
  • Nyanyian dan Dialog: Nenek Gerondong akan melantunkan nyanyian dengan suara khas yang memanggil anak-anak pemilik ubi. Berikut adalah contoh dialog dan nyanyian yang biasanya mungkin terdengar:
    • Nenek Gerondong: “Tok-tok tok”
    • Anak-anak Pemilik Ubi: “Siapa tuh?”
    • Nenek Gerondong: “Nenek Gerondong”
    • Anak-anak Pemilik Ubi: “Mau minta apa?”
    • Nenek Gerondong: “Mau minta ubi”
    • Anak-anak Pemilik Ubi: “Baru daun satu”
  • Penangkapan Pemain: Setelah nyanyian berakhir, Nenek Gerondong akan menarik salah satu pemain dari barisan dengan cara yang acak. Biasanya, nenek gendong akan menarik pemain paling belakang terlebih dahulu. Pemain yang berhasil tertarik akan membantu Nenek Gerondong untuk menarik anak-anak lainnya keluar dari barisan.
  • Bersembunyi: Setelah semua pemain terlepas dari barisan, mereka harus lari dan bersembunyi dari Nenek Gerondong.
  • Penentuan Nenek Gerondong Selanjutnya: Orang pertama yang keluar karena Nenek Gerondong akan menjadi Nenek Gerondong di permainan berikutnya. Proses ini memberikan kesempatan bermain yang berbeda kepada semua pemain.

Permainan Tuk Tuk Geni tidak hanya melibatkan aktivitas fisik seperti berlari dan bersembunyi, tetapi juga memiliki elemen peran dan interaksi sosial yang membuatnya menyenangkan untuk dimainkan. Ini adalah salah satu contoh permainan tradisional yang membangun semangat kebersamaan dan kreativitas anak-anak.

4. Permainan Petak Umpet

Permainan Tradisional
Sumber Gambar: Pinterest @dailysiacom

Petak Umpet adalah permainan tradisional yang populer di Indonesia dan banyak negara lain di dunia. Dalam permainan ini, sekelompok anak bersembunyi di berbagai tempat sementara satu anak menjadi “penjaga” yang mencoba menemukan mereka. Nama “Petak Umpet” berasal dari bahasa Jawa yang artinya “bersembunyi dan mencari.”

Cara Bermain

  • Persiapan Permainan: Pilih satu anak sebagai penjaga pertama. Sisanya akan menjadi pemain yang bersembunyi. Tentukan area bermain, seperti halaman, taman, atau rumah, yang memiliki tempat-tempat untuk bersembunyi.
  • Menyembunyikan Pemain: Pemain yang bersembunyi harus mencari tempat-tempat yang strategis untuk bersembunyi tanpa terlihat oleh penjaga. Mereka dapat bersembunyi di balik pohon, di bawah meja, di dalam lemari, atau di tempat-tempat lain yang menarik.
  • Menghitung: Penjaga akan menutup matanya dan menghitung hingga angka tertentu (biasanya sepuluh atau dua puluh). Pemain yang bersembunyi harus segera mencari tempat bersembunyi selama penjaga menghitung.
  • Mencari Pemain: Setelah selesai menghitung, penjaga akan mencari pemain yang bersembunyi. Tujuan utama penjaga adalah menemukan semua pemain sebelum mereka kembali ke “basis” atau “rumah” tertentu sesuai kesepakatan.
  • Menyentuh dan Menemukan: Jika penjaga melihat pemain yang bersembunyi, ia harus berlari ke arah mereka dan berteriak “Petak!” atau “Umpet!” kemudian menyentuh mereka. Orang yang tersentuh harus keluar dari tempat bersembunyi dan membantu penjaga mencari pemain lain.
  • Pemain yang Tertangkap: Pemain yang tertangkap oleh penjaga saat bersembunyi harus membantu penjaga mencari pemain lainnya pada putaran berikutnya.
  • Menyelesaikan Permainan: Permainan berakhir ketika penjaga berhasil menemukan semua pemain atau ketika waktu telah habis.

Petak Umpet adalah permainan yang menggabungkan strategi dalam bersembunyi dan ketangkasan dalam mencari. Ini juga mempromosikan kerjasama, perencanaan, dan kreativitas pada pemain yang bersembunyi. Permainan ini dapat berbentuk dalam berbagai variasi dan memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk berinteraksi secara positif.

5. Permainan Bola Bekel

Permainan Tradisional
Sumber Gambar: ruangmainan.com

Bola Bekel, atau biasa bernama bekel, adalah permainan tradisional dengan menggunakan bola kecil dan biji-bijian (bekel). Permainan ini sering menjadi permaian populer di Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya. Bola Bekel melibatkan keahlian dalam melempar dan menjatuhkan biji-bijian secara presisi.

Cara Bermain

  • Persiapan Alat dan Bahan: Siapkan beberapa biji-bijian, seperti kelereng atau biji-bijian kecil lainnya, sebagai bekel. Anda juga membutuhkan bola kecil, seperti bola tenis kecil atau bola plastik yang ringan.
  • Menggambar Lingkaran: Gambar lingkaran di tanah atau permukaan datar lainnya. Lingkaran ini akan berfungsi sebagai tempat bermain.
  • Persiapan Bola Bekel: Seorang pemain akan melemparkan bola kecil ke atas, dan sambil bola berada di udara, pemain tersebut akan mencoba menjatuhkan beberapa biji bekel ke dalam lingkaran. Tujuannya adalah meletakkan biji-biji bekel di dalam lingkaran.
  • Menjatuhkan Bekel: Pemain yang melemparkan bola kecil akan mencoba menjatuhkan biji bekel ke dalam lingkaran. Jika biji bekel berhasil masuk ke dalam lingkaran, pemain tersebut dapat melanjutkan dengan langkah berikutnya. Namun, jika biji bekel tidak masuk atau keluar dari lingkaran, giliran bermain akan beralih ke pemain berikutnya.
  • Melemparkan Bola Kecil: Setelah meletakkan biji bekel di dalam lingkaran, pemain yang melemparkan bola kecil sebelumnya akan berusaha melempar bola kecil tersebut dengan tujuan mengenai biji bekel yang telah telah berada di dalam lingkaran.
  • Memulangkan Bekel: Jika pemain yang melemparkan bola kecil berhasil mengenai biji bekel dan mengeluarkannya dari lingkaran, maka pemain tersebut berhak mengambil semua biji bekel yang ada di dalam lingkaran.
  • Skor dan Bergantian: Setiap pemain akan memiliki kesempatan untuk melempar bola kecil dan mengumpulkan biji bekel. Jika pemain gagal meletakkan biji bekel di dalam lingkaran atau mengeluarkan biji bekel dari lingkaran maka giliran akan beralih ke pemain berikutnya.

Permainan Bola Bekel menguji ketangkasan dalam melempar dan menjatuhkan biji-bijian dengan presisi. Ini juga melibatkan faktor strategi, karena pemain harus mempertimbangkan bagaimana meletakkan biji bekel agar sulit terjangkau pemain lain. Permainan ini merupakan contoh permainan tradisional yang mengasyikkan dan melibatkan keterampilan motorik serta interaksi sosial.

6. Permainan Gundu

Permainan Tradisional
Sumber Gambar: Pinterest @Odi Pipit Baim Ahmed

Gundu adalah nama permainan tradisional Indonesia yang juga terkenal dengan sebutan “kelereng.” Kelereng adalah bola kecil yang terbuat dari kaca atau bahan lainnya, dan permainan Gundu melibatkan melempar atau menjatuhkan kelereng untuk mencapai tujuan tertentu.

Cara Bermain

  • Persiapan Bahan Permainan: Siapkan sejumlah kelereng yang akan kalian mainkan. Kelereng umumnya terbuat dari kaca atau bahan lainnya, dan mereka biasanya memiliki berbagai warna dan ukuran. Anda juga membutuhkan area bermain yang datar dan tidak licin.
  • Memilih Tujuan: Tentukan tujuan permainan. Tujuan bisa bervariasi, seperti mencoba melemparkan kelereng ke dalam lingkaran atau mencoba mengenai kelereng lawan untuk memenangkannya.
  • Melempar Kelereng: Pemain akan berdiri pada jarak tertentu dari tujuan dan melemparkan kelereng ke arah tujuan tersebut. Oleh karena itu, pemain harus menggunakan keterampilan dan akurasi untuk mencapai tujuan.
  • Mengenai Kelereng Lawan: Jika tujuan permainan adalah untuk mengenai kelereng lawan, pemain akan mencoba melemparkan kelerengnya dengan presisi ke arah kelereng lawan. Jika seorang pemain berhasil menghantam dan mengeluarkan kelereng dari area bermain maka pemain tersebut dapat memenangkan kelereng lawan.
  • Permainan Tim: Dalam variasi lain dari permainan ini, pemain dapat terbagi menjadi tim, dan setiap tim memiliki kelerengnya sendiri. Pemain tim akan berusaha untuk mengenai kelereng lawan dan memenangkannya.
  • Membawa Pulang Kelereng: Jika pemain berhasil mencapai tujuan permainan, seperti melemparkan kelereng ke dalam lingkaran atau mengenai kelereng lawan, pemain tersebut dapat membawa pulang kelereng tersebut sebagai bukti kemenangan.

Gundu atau permainan kelereng adalah permainan yang melibatkan keterampilan melempar dan menjatuhkan dengan akurasi. Ini juga bisa menjadi permainan yang mengasyikkan karena ada tujuan yang harus kalian capai dan persaingan yang sehat antara pemain. Selain itu, permainan ini juga memupuk semangat tim dalam variasi permainan yang melibatkan tim.

7. Permainan Lompat Tali Karet

Permainan Tradisional
Sumber Gambar: mynewshub.tv

Lompat Tali Karet adalah permainan tradisional yang melibatkan ank-aak untuk melompati tali karet terbentang. Tujuannya adalah melompati tali dengan keterampilan dan ketangkasan sebanyak mungkin putaran tanpa terkena atau menginjak tali.

Cara Bermain

  • Persiapan Alat dan Bahan Permainan: Anda membutuhkan sepotong tali karet yang cukup panjang dan lentur. Tali karet ini akan diikat menjadi lingkaran dan direntangkan oleh dua pemain atau lebih. Anda juga membutuhkan beberapa pemain lain untuk melompati tali.
  • Mengikat Tali: Tali karet diikat menjadi lingkaran dan disambungkan agar membentuk satu lingkaran panjang. Pemain yang akan melompat akan menginjak tali pada bagian tengah sementara pemain lainnya memegang ujung tali dan mengencangkan dengan meregangkannya.
  • Pemilihan Pemain: Salah satu pemain akan menjadi “pembawa tali” yang mengayunkan tali karet ke atas dan ke bawah dengan gerakan yang berirama. Di samping itu, pemain lain akan melompati tali saat pembawa tali mengayunkannya.
  • Jenis Melompat: Ada berbagai jenis cara melompat, termasuk:
    • Melompat Satu Kaki: Pemain melompati tali dengan satu kaki, sementara kaki yang lain tetap diangkat ke atas.
    • Melompat Dua Kaki: Pemain melompati tali dengan dua kaki saat tali berada di bawah kaki.
    • Melompat Bergantian: Pemain melompati tali dengan menggantikan kaki yang melompat pada putaran berikutnya.
    • Melompat Variasi: Ada banyak variasi gerakan melompat yang bisa dilakukan, termasuk melompat dengan kaki terlipat, melompat dengan gerakan samping, dan lain sebagainya.
  • Tingkat Kesulitan: Pemain bisa mencoba tingkat kesulitan yang berbeda dengan meningkatkan kecepatan pengayunan tali atau dengan menambahkan gerakan melompat yang lebih kompleks.
  • Mengulang: Permainan berlanjut dengan pemain yang berusaha melompati tali dengan lebih banyak putaran. Tujuannya adalah melompati sebanyak mungkin putaran tanpa terkena atau menginjak tali.
  • Menggantikan Pembawa Tali: Setelah beberapa putaran, pemain yang melompat biasanya akan menggantikan peran pembawa tali. Permainan bisa berlanjut dengan pemain baru yang bertugas mengayunkan tali.

Lompat Tali Karet merupakan permainan yang menguji keterampilan motorik, koordinasi, dan ketangkasan. Ini juga bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan penuh gerakan fisik, yang baik untuk kesehatan dan kesenangan anak-anak.

8. Permainan Congklak

Sumber Gambar: Pinterest @Flickr

Congklak adalah permainan tradisional Indonesia yang melibatkan strategi dan keterampilan berhitung. Permainan ini dimainkan oleh dua orang, dan tujuannya adalah mengumpulkan biji-biji congklak dalam lubang-lubang pada papan congklak yang memiliki sejumlah lubang kecil.

Cara Bermain

  • Persiapan Papan Permainan: Papan congklak biasanya terbuat dari kayu atau bahan lain yang kuat. Papan ini memiliki sejumlah lubang kecil yang tersusun berdampingan di dalam dua baris paralel. Setiap pemain akan mengontrol baris lubang-lubang di sisi mereka.
  • Persiapan Biji Congklak: Biji congklak atau biji-bijian kecil biasanya akan kalian letakkan dalam setiap lubang di papan congklak. Biasanya ada tujuh biji dalam setiap lubang.
  • Mengambil Biji Congklak: Pemain memulai dengan mengambil semua biji dari satu lubang di baris miliknya. Mereka akan memulai dari lubang yang terdekat dengan lubang kosong pertama.
  • Penyebaran Biji Congklak: Pemain akan menyebar biji-biji congklak yang mereka ambil ke lubang-lubang berikutnya dalam arah berlawanan jarum jam. Pemain akan melewati lubang yang berlawanan dengan milik mereka dan melanjutkan penyebaran ke lubang-lubang berikutnya.
  • Mengambil Biji Congklak dari Lawan: Jika pemain mengakhiri penyebaran biji-biji congklak di lubang yang berisi biji-biji congklak milik lawan, pemain akan “mengambil” biji-biji congklak lawan ini. Pemain mengambil biji-biji congklak lawan tersebut dan biji dari lubang mereka sendiri dan menaruhnya di dalam “rumah” atau lubang besar di ujung baris mereka.
  • Melanjutkan Putaran: Setelah pemain telah mengambil biji dari lubang milik lawan, giliran pemain tersebut berakhir. Pemain berikutnya akan memulai giliran mereka dengan mengambil biji dari salah satu lubang milik mereka dan melanjutkan langkah-langkah di atas.
  • Permainan Berakhir: Permainan berakhir ketika salah satu baris lubang di papan congklak kosong. Pemain yang memiliki biji-biji congklak yang tersisa di baris mereka mengambil biji-biji tersebut dan menambahkannya ke dalam rumah mereka. Pemenangnya adalah pemain yang memiliki jumlah biji congklak yang lebih banyak dalam rumah mereka.

Congklak adalah permainan yang melibatkan strategi dalam mengambil biji-biji congklak dan menentukan langkah yang paling menguntungkan. Ini juga melibatkan keterampilan berhitung sederhana dan berpikir taktis. Congklak adalah contoh permainan tradisional yang bermanfaat untuk mengembangkan keterampilan berpikir dan strategi pada pemainnya.

9. Permainan Egrang

Sumber Gambar: indonesia.go.id

Egrang adalah permainan tradisional Indonesia yang menggunakan alat bernama “egrang” atau “jengkol.” Alat bermainnya adalah sepasang tongkat panjang dengan pijakan di tengahnya yang memungkinkan pemain untuk melompati permukaan yang tidak rata atau bahkan. Permainan ini melibatkan keseimbangan dan keterampilan dalam menjaga egrang agar tidak jatuh saat melompat.

Cara Bermain

  • Persiapan Permainan: Egrang terdiri dari sepasang tongkat panjang dengan ujung yang berfungsi sebagai pegangan dan pijakan di tengahnya. Pemain akan berdiri di atas pijakan saat bermain. Pastikan egrang dalam kondisi baik dan aman untuk digunakan.
  • Pemanasan dan Persiapan: Sebelum bermain, pemain perlu melakukan pemanasan untuk menjaga fleksibilitas dan keseimbangan tubuh. Pastikan area bermain datar dan aman, tanpa halangan yang bisa menyebabkan cedera.
  • Memainkan Egrang: Pemain akan mengenakan egrang di kaki mereka dan berdiri di atas pijakan yang ada di tengahnya. Dengan memegang tongkat panjang sebagai pegangan, pemain akan berusaha untuk melompati jarak tertentu sambil menjaga egrang agar tetap seimbang.
  • Teknik Melompat: Melompat dengan egrang membutuhkan teknik khusus. Pemain perlu melompat dengan satu kaki, menjaga egrang tetap seimbang dan tidak bergoyang. Keseimbangan tubuh dan kendali terhadap egrang sangat penting dalam permainan ini.
  • Jarak dan Kesulitan: Pemain bisa mencoba melompati jarak yang berbeda-beda sesuai dengan tingkat keterampilan mereka. Semakin jauh jaraknya, semakin sulit menjaga keseimbangan dan melompati dengan sukses.
  • Bimbingan dan Latihan: Untuk pemain yang belum terbiasa, bimbingan dari orang yang berpengalaman sangat penting. Latihan yang konsisten juga diperlukan untuk mengembangkan keterampilan dan keseimbangan.
  • Kompetisi dan Keselamatan: Beberapa daerah di Indonesia bahkan memiliki kompetisi egrang. Namun, karena permainan ini melibatkan risiko jatuh, penting untuk memastikan keselamatan pemain dengan memakai perlindungan seperti helm dan pelindung siku serta lutut.

Egrang adalah permainan yang melibatkan keterampilan fisik dan keseimbangan yang tinggi. Ini juga merupakan bentuk olahraga tradisional yang menghibur dan melibatkan interaksi fisik dengan lingkungan sekitar. Selain itu, egrang juga bisa membantu mengembangkan keterampilan motorik, keseimbangan, dan ketahanan fisik pada pemainnya.

10. Permainan Gobak Sodor

Sumber Gambar: wikimedia.org

Gobak Sodor adalah permainan tradisional Indonesia yang biasanya dimainkan oleh sekelompok anak-anak. Permainan ini melibatkan dua kelompok pemain yang berusaha untuk menangkap dan menghentikan pemain dari kelompok lawan. Gobak Sodor sering kali terlaksana di lapangan terbuka atau area yang cukup luas.

Cara Bermain

  • Pembagian Kelompok: Pemain kan terbagi menjadi dua kelompok yang sebanding dalam jumlahnya. Setiap kelompok memiliki pemain-pemain yang akan menjadi “penjaga” dan pemain-pemain yang akan “berlari.”
  • Penandaan Batas: Area bermain harus terbatasi dengan batas yang jelas agar pemain tidak keluar dari area permainan. Batas ini bisa berupa garis yang kalian gambar di tanah.
  • Memilih Penjaga: Setiap kelompok memilih beberapa pemain sebagai penjaga. Penjaga akan berdiri di sepanjang batas area bermain, dengan jarak yang cukup antara satu penjaga dengan penjaga lainnya.
  • Berlari dan Menyusup: Pemain dari kelompok yang tidak menjadi penjaga (pemain “berlari”) akan berdiri di satu sisi area bermain dan berusaha untuk melewati antara penjaga-penjaga dari kelompok lawan tanpa disentuh.
  • Penangkapan: Penjaga berusaha untuk menangkap dan menyentuh pemain yang berlari. Jika pemain berlari disentuh oleh penjaga, mereka harus berhenti berlari dan bergabung dengan kelompok penjaga.
  • Bermain Sambil Berlari: Pemain yang telah ditangkap sekarang menjadi penjaga dan membantu kelompok penjaga dalam menangkap pemain-pemain berlari dari kelompok lawan yang tersisa.
  • Tujuan Permainan: Tujuan dari permainan ini adalah menangkap seluruh pemain dari kelompok lawan. Kelompok yang berhasil menangkap semua pemain lawan adalah pemenangnya.
  • Putaran Baru: Jika permainan selesai atau semua pemain dari salah satu kelompok ditangkap, Anda bisa mengatur ulang permainan dan membagi ulang pemain ke dalam kelompok yang berbeda untuk putaran berikutnya.

Gobak Sodor adalah permainan yang memadukan strategi, kecepatan, dan ketangkasan. Ini adalah permainan yang mengembangkan keterampilan koordinasi, reaksi cepat, dan kerja sama dalam kelompok. Selain itu, Gobak Sodor juga menciptakan atmosfer yang penuh dengan semangat kompetisi dan kegembiraan, yang membuatnya menjadi permainan tradisional yang sangat populer di Indonesia.

11. Permainan Patok Lele

Sumber Gambar: mentarigroups.com

Patok Lele adalah permainan tradisional Indonesia yang melibatkan keterampilan dan ketangkasan dalam memukul dan meluncurkan potongan bambu untuk mencapai target tertentu. Permainan ini melibatkan dua kelompok pemain yang bersaing untuk mencapai target dengan memukul dan mengarahkan patok bambu (lele) dengan menggunakan batang bambu lainnya.

Cara Bermain

  • Persiapan Alat dan Bahan Permainan: Anda membutuhkan dua potong bambu, satu sebagai “patok lele” (target) dan satu lagi sebagai “alat pukul.” Patok lele adalah potongan bambu yang berdiri tegak di tanah sebagai target yang harus dicapai.
  • Pembagian Tim: Pemain dibagi menjadi dua kelompok yang sebanding dalam jumlah. Setiap kelompok memiliki giliran untuk mencoba mencapai target patok lele.
  • Mengarahkan Patok Bambu: Pada giliran masing-masing kelompok, pemain dari kelompok tersebut akan mencoba mengarahkan patok bambu dengan menggunakan alat pukul. Pemain akan memukul bagian bawah patok bambu untuk meluncurkannya ke udara dan mencapai target.
  • Mencapai Target: Tujuan utama permainan adalah mencapai target patok lele dengan meluncurkan patok bambu menggunakan alat pukul. Pemain yang berhasil mencapai target dengan patok bambu akan mendapatkan skor.
  • Penentuan Pemenang: Setiap kelompok mendapatkan giliran yang sama untuk mencoba mencapai target. Poin diberikan kepada kelompok yang berhasil mencapai target dengan patok bambu mereka. Kelompok dengan jumlah poin tertinggi pada akhir permainan adalah pemenangnya.
  • Rotasi Pemain: Jika permainan dimainkan dalam beberapa putaran, kelompok pemain yang mencoba mencapai target akan bergantian dengan kelompok lawan. Ini memastikan setiap kelompok memiliki kesempatan yang adil.

Patok Lele adalah permainan yang melibatkan keterampilan motorik, koordinasi mata dan tangan, serta keterampilan dalam memukul dan mengarahkan patok bambu. Ini juga bisa menjadi permainan yang menyenangkan dan menghibur, terutama saat dimainkan dalam kelompok. Patok Lele adalah contoh permainan tradisional yang memadukan keterampilan fisik dan aspek kompetitif dalam lingkungan yang santai dan bersahabat.

12. Permainan Ular Naga Panjang

Sumber Gambar: goodnewsfromindonesia.id

Ular Naga Panjang adalah permainan tradisional Indonesia yang biasanya dimainkan oleh sekelompok anak-anak. Permainan ini juga dikenal dengan nama “Ular Naga” atau “Naga-Naga.” Ular Naga Panjang melibatkan elemen permainan tag atau mengejar, di mana pemain berusaha menghindari penangkapan sambil menyanyikan lagu yang menggambarkan permainan.

Cara Bermain

  • Penentuan Pemain Awal: Pemain akan membentuk lingkaran atau barisan berdiri, dan salah satu pemain akan memulai permainan sebagai “penjaga ular naga.”
  • Pemilihan Ular Naga: Pemain yang menjadi penjaga ular naga akan berjalan di sepanjang barisan pemain yang lain, sambil melantunkan lagu yang menggambarkan adegan dalam permainan. Lagu ini bisa berupa dialog antara penjaga dan pemain lainnya.
  • Mengejar dan Menyembunyikan: Pada saat tertentu dalam lagu, penjaga ular naga akan “menangkap” salah satu pemain dengan menunjuk atau menyentuh mereka. Pemain yang ditangkap akan menjadi bagian dari ular naga dan ikut berjalan di belakang penjaga.
  • Lagu dan Pemain Baru: Permainan terus berlanjut dengan penjaga ular naga dan pemain yang ditangkap melanjutkan lagu dan berjalan di sepanjang barisan pemain lainnya. Setiap kali seorang pemain ditangkap, ular naga akan menjadi lebih panjang dan pemain yang ditangkap akan menjadi bagian dari ular.
  • Pemain Terakhir: Permainan berakhir ketika semua pemain telah ditangkap dan menjadi bagian dari ular naga. Pemain terakhir yang tersisa di barisan adalah pemenangnya.

Lagu yang dinyanyikan oleh penjaga ular naga dan pemain yang ditangkap adalah elemen penting dari permainan ini. Lagu tersebut mengatur aturan permainan dan memberi petunjuk kepada pemain tentang kapan harus bersembunyi atau kapan harus “ditangkap.”

Ular Naga Panjang adalah permainan yang melibatkan interaksi sosial, koordinasi, kreativitas, dan reaksi cepat. Ini adalah permainan yang seru dimainkan dalam kelompok besar dan bisa memberikan hiburan serta kesenangan kepada pemainnya.

13. Permainan Engklek

Sumber Gambar: Kompas.com

Engklek adalah permainan tradisional Indonesia yang melibatkan keterampilan melompat dan koordinasi gerakan. Permainan ini sering dimainkan oleh anak-anak di berbagai daerah Indonesia. Engklek melibatkan pola kotak-kotak yang dihias pada permukaan tanah, dan pemain harus melompati kotak-kotak tersebut sesuai dengan urutan yang ditentukan.

Cara Bermain

  • Menyiapkan Pola Kotak-Kotak: Pertama-tama, gambar pola kotak-kotak di atas permukaan tanah menggunakan kapur atau bahan lain yang sesuai. Pola ini biasanya terdiri dari sembilan kotak yang membentuk tiga baris horizontal dan tiga baris vertikal. Setiap kotak biasanya diberi nomor atau tanda yang berbeda.
  • Penentuan Pemain Awal: Salah satu pemain akan menjadi “pemain pertama” yang mencoba melewati pola kotak-kotak. Pemain pertama berdiri di luar pola.
  • Melompati Kotak-Kotak: Pemain pertama harus melompati setiap kotak-kotak dengan mengikuti urutan tertentu. Urutan ini bisa berbeda-beda tergantung pada daerah atau kesepakatan antar pemain.
  • Menyelesaikan Tahap: Pemain pertama harus berhasil melompati semua kotak-kotak dalam urutan yang benar tanpa menyentuh garis atau kotak yang salah. Jika berhasil, pemain dapat melanjutkan ke tahap selanjutnya.
  • Pemain Berikutnya: Setelah pemain pertama selesai, pemain berikutnya berusaha melompati kotak-kotak sesuai dengan urutan yang sama. Namun, pemain kedua harus memulai dari kotak tempat pemain pertama selesai.
  • Kesalahan dan Pergantian: Jika pemain melakukan kesalahan, seperti menyentuh garis atau kotak yang salah, maka giliran akan beralih ke pemain berikutnya. Pemain yang berhasil menyelesaikan pola kotak-kotak tanpa kesalahan akan mendapatkan giliran berikutnya.
  • Menambah Tingkat Kesulitan: Setiap kali semua pemain telah mencoba melewati pola kotak-kotak dalam urutan yang benar, Anda bisa menambahkan tingkat kesulitan dengan menambahkan langkah atau mengubah pola melompat.
  • Pemenang Permainan: Pemain yang berhasil melompati pola kotak-kotak dengan benar dan mencapai akhir urutan kotak adalah pemenangnya. Permainan bisa berlanjut dengan pemain berikutnya mencoba melewati pola yang lebih sulit.

Engklek adalah permainan yang melibatkan keterampilan fisik, konsentrasi, dan koordinasi. Ini juga bisa menjadi permainan yang mendidik dalam hal mengikuti urutan, menghitung, dan mengambil keputusan dengan cepat. Engklek adalah salah satu permainan tradisional yang menghibur dan menyenangkan untuk dimainkan dalam kelompok.

14. Permainan Dam Daman

Sumber Gambar: solopos.com

Dam Daman adalah permainan tradisional Indonesia yang mirip dengan permainan catur, tetapi dengan aturan yang lebih sederhana. Dalam permainan ini, pemain menggunakan biji-bijian atau potongan kecil sebagai pion dan memindahkan pion-pion tersebut di atas gambaran papan kotak-kotak dari permukaan tanah atau permukaan datar lainnya.

Cara Bermain

  • Menyiapkan Papan Permainan: Pertama-tama, gambar pola kotak-kotak 8×8 atau 10×10 di atas permukaan tanah atau papan. Papan ini akan menjadi tempat permainan Dam Daman.
  • Penempatan Pion: Setiap pemain memiliki sejumlah biji atau pion. Jumlah biji-bijian yang kita gunakan dan cara penempatannya di atas papan dapat bervariasi tergantung pada kesepakatan.
  • Pemilihan Pemain Awal: Penentuan pemain awal dapat dilakukan dengan cara hompimpa atau cara lainnya sesuai kesepakatan. Pemain yang terpilih akan menjadi pemain pertama yang melakukan langkah.
  • Langkah Pion: Setiap pemain melakukan langkah dengan memindahkan pionnya ke kotak kosong yang terhubung dengan kotak tempat pion berada sebelumnya. Pion hanya dapat bergerak ke depan, ke samping, atau diagonal. Tidak ada pion yang dapat melompati pion lain.
  • Makan Pion: Jika sebuah pion bergerak ke kotak yang dihuni oleh pion lawan, maka pion lawan tersebut akan “dimakan” dan diambil dari papan. Pemain yang berhasil “memakan” pion lawan dapat memindahkannya ke tempat kosong di papan.
  • Pemahaman Pemenang: Tujuan utama dalam permainan ini adalah untuk memenangkan papan dengan mengambil semua pion lawan atau dengan membuat lawan tidak memiliki langkah selanjutnya. Jika seorang pemain tidak memiliki langkah selanjutnya, maka lawan akan menjadi pemenangnya.
  • Peningkatan Dam: Jika pion berhasil mencapai baris lawan yang paling ujung, maka pion tersebut dapat menjadi “dam.” Sebuah dam dapat bergerak maju atau mundur serta dapat melompati pion lawan untuk memakannya. Biasanya, dam ditandai dengan menumpuk pion yang sama di atas pion asli.

Dam Daman adalah permainan yang menggabungkan unsur strategi dan perhitungan. Meskipun aturan permainannya lebih sederhana daripada catur, permainan ini masih melibatkan pemikiran taktis dalam mengatur pergerakan pion dan mengambil pion lawan. Ini adalah permainan yang mendidik dan seru untuk dimainkan dalam kelompok.

15. Permainan Boi-Boian

Sumber Gambar: kemenag.go.id

Boi-Boian adalah permainan tradisional Indonesia yang melibatkan lempar menangkap serta keterampilan dalam melemparkan bola kecil ke atas. Permainan ini juga terkenal dengan nama “Boi-Boian” atau “Boi-Boianan.” Boi-Boian melibatkan dua tim atau lebih yang berusaha melemparkan dan menangkap bola kecil dengan tujuan mencetak poin atau mengeliminasi pemain lawan.

Cara Bermain

  • Menyiapkan Bola Kecil: Gunakan bola kecil yang mudah dilempar dan ditangkap. Bola ini bisa terbuat dari bahan seperti karet, plastik, atau bahan yang ringan.
  • Memilih Tim: Pemain dapat terbagi menjadi dua tim atau lebih, tergantung pada jumlah pemain yang ikut bermain. Setiap tim akan memiliki giliran untuk melemparkan dan menangkap bola.
  • Penentuan Pemain Awal: Tentukan tim yang akan memulai permainan dengan cara hompimpa atau cara lainnya sesuai kesepakatan. Tim yang terpilih akan menjadi tim pertama yang melemparkan bola.
  • Lempar Menangkap: Tim pertama akan melemparkan bola ke arah tim lawan. Anggota tim lawan berusaha menangkap bola yang melambung di udara. Jika berhasil menangkap bola, tim yang menangkap akan mendapatkan kesempatan untuk melemparkan balik kepada tim lawan.
  • Mencetak Poin: Tujuan utama adalah mencetak poin dengan membuat bola tidak dapat terambil alih oleh tim lawan. Jika tim lawan gagal menangkap bola, maka tim yang melemparkan akan mendapatkan poin. Oleh karena itu, jumlah poin yang setiap tim butuhkan untuk memenangkan permainan bergantung kepada kesepakatan.
  • Eliminasi Pemain: Jika anggota tim lawan tidak berhasil menangkap bola dengan benar atau jika bola berhasil mengenai anggota tim lawan secara langsung, maka anggota tim lawan yang terkena bola akan tereliminasi dan harus keluar dari permainan.
  • Giliran Bergantian: Setiap tim memiliki giliran yang bergantian untuk melemparkan dan menangkap bola. Pemain yang telah tereleminasi harus menunggu di sisi lapangan sampai timnya mendapatkan giliran melempar kembali.
  • Pemenang: Tim yang mencapai jumlah poin tertentu atau tim yang berhasil mengeliminasi semua pemain lawan adalah pemenangnya.

Boi-Boian adalah permainan yang melibatkan keterampilan motorik, konsentrasi, dan kerjasama tim. Ini adalah permainan yang menyenangkan dimainkan dalam kelompok besar dan bisa memberikan tantangan serta hiburan kepada pemainnya.

16. Permainan Benteng

Sumber Gambar: mentarigroups.com

Benteng adalah permainan tradisional Indonesia yang melibatkan elemen strategi, pertahanan, dan serangan. Dalam permainan ini, pemain akan terbagi menjadi dua tim atau lebih, dan setiap tim memiliki tugas untuk membangun dan mempertahankan “benteng” mereka sendiri sambil mencoba menyerang dan mengambil alih benteng lawan.

Cara Bermain

  • Penentuan Tim: Pemain akan terbagi menjadi dua tim atau lebih, tergantung pada jumlah pemain yang ikut bermain. Setiap tim akan memiliki tugas untuk membangun dan mempertahankan benteng.
  • Pembentukan Benteng: Setiap tim memilih area atau markas mereka sendiri dan membangun “benteng” dengan cara menumpuk batu, kayu, atau benda-benda lain yang tersedia di area tersebut. Benteng ini akan menjadi markas yang harus terjaga dari penyusupan tim lawan.
  • Penyerangan: Setiap tim akan mencoba menyerang benteng lawan dengan melemparkan bola atau benda yang tidak membahayakan. Tujuannya adalah mengenai benteng lawan atau pemain lawan yang sedang berusaha mempertahankan benteng.
  • Pertahanan: Pemain dari tim yang sedang mempertahankan benteng harus berusaha menghindari bola atau benda dari tim lawan. Mereka dapat berlindung di balik benteng atau berusaha menghindar dengan cara bergerak.
  • Eliminasi Pemain: Jika bola yang dilemparkan oleh tim lawan mengenai pemain dari tim yang sedang mempertahankan benteng, pemain tersebut dianggap “eliminasi” dan harus keluar dari permainan.
  • Mengambil Alih Benteng: Jika sebuah benteng berhasil terhancurkan dengan cara mendapatkan sejumlah poin (misalnya dengan mengenai benteng beberapa kali), maka tim yang menyerang dapat mencoba “mengambil alih” benteng lawan dengan memasuki area benteng lawan.
  • Pergantian Peran: Setelah beberapa waktu atau ketika salah satu tim berhasil mengambil alih benteng lawan, peran antara tim yang menyerang dan yang mempertahankan akan tergantikan.
  • Pemenang Permainan: Permainan berakhir ketika satu tim berhasil mencetak poin atau mengambil alih benteng lawan. Oleh karena itu, tim yang mencapai tujuan ini adalah pemenangnya.

Permainan “Benteng” melibatkan strategi dalam membangun benteng yang kuat, pertahanan yang efektif, dan serangan yang tepat. Ini adalah permainan yang seru dan mendidik dalam hal kerjasama tim, reaksi cepat, serta perencanaan taktis.

17. Permainan Gasing

Permainan Tradisional
Sumber Gambar: wikimedia.org

Gasing adalah permainan tradisional Indonesia yang melibatkan gasing atau piringan bundar yang berputar di atas permukaan datar. Permainan ini hadir di berbagai daerah Indonesia dan memiliki variasi dalam aturan dan bentuk gasingnya. Oleh karena itu, gasing memiliki banyak nama lokal yang berbeda-beda, seperti “lambong” di Jawa, “panggal” di Jawa Barat, “pambuang” di Sumatera Barat, “bodo” di Bali, dan lain-lain.

Cara Bermain

  • Menyiapkan Gasing: Gasing terbuat dari berbagai bahan seperti kayu, logam, atau plastik yang dibentuk seperti piringan bundar dengan paku di tengahnya sebagai pegangan. Gasing diisi dengan karet atau bahan lainnya di bagian bawah untuk memberikan stabilitas dan memudahkan saat berputar.
  • Menyusun Gasing: Pemain pertama akan memilih gasing terlebih dahulu dan memasangnya di tengah lingkaran di atas tanah atau permukaan datar lainnya.
  • Memutar Gasing: Pemain pertama akan memutar gasing di atas permukaan datar menggunakan tali yang diikatkan pada pegangan gasing. Putaran yang kuat dan cepat akan membuat gasing berputar dengan kencang.
  • Pertandingan: Setelah gasing berputar, pemain lain akan mencoba melempar gasing mereka untuk mengenai gasing yang sedang berputar. Tujuannya adalah menghentikan putaran gasing lawan atau menjatuhkannya.
  • Skor Permainan: Pemain yang berhasil menghentikan putaran gasing lawan atau menjatuhkannya akan mendapatkan skor. Skor ini bisa dihitung berdasarkan berapa lama gasing berputar sebelum terjatuh atau berdasarkan aturan lain yang para pemain sepakati.
  • Pemenang Permainan: Pemain yang memiliki skor tertinggi setelah sejumlah putaran permainan biasanya akan menjadi pemenangnya.
  • Variasi: Ada banyak variasi dalam permainan gasing tergantung pada daerah dan tradisi lokal. Beberapa variasi mungkin mencakup aturan tambahan, bentuk gasing yang berbeda, atau cara mengukur skor yang berbeda.

Gasing adalah permainan yang melibatkan keterampilan dan keahlian dalam memutar dan melemparkan gasing dengan tepat. Ini adalah permainan yang mendidik dalam hal konsentrasi, ketepatan, dan koordinasi tangan-mata. Gasing juga mempertahankan daya tarik sebagai warisan budaya dan identitas Indonesia.

Kesimpulan

Dengan melestarikan dan memainkan kembali permainan tradisional ini, kita dapat mempertahankan warisan budaya kita sambil mempromosikan interaksi sosial dan perkembangan fisik serta kognitif anak-anak. Oleh karena itu, sebarkan semua permainan ini kepada anak-anak di sekeliling kita agar permainan tradisional ini bisa terus kita lestarikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Oleh Penulis