Candi Palgading Di Jogja: Peninggalan Bersejarah Tersembunyi

Candi Palgading Di Jogja
Sumber Gambar : Maps Candi Palgading Di Jogja

Candi Palgading, sebuah situs purbakala yang terletak di Dusun Palgading, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, D.I. Yogyakarta, adalah sebuah peninggalan bersejarah dari Kerajaan Mataram Kuno. Situs ini memiliki luas sekitar 1 hektar dan mengandung banyak rahasia yang telah terungkap sejak penemuan pertamanya pada tahun 2006. Selanjutnya, dalam artikel ini, kita akan menjelajahi sejarah dan penemuan penting di Candi Palgading.

Misteri dan Keajaiban Candi Palgading di Jogja

Sejarah Candi Palgading

Situs Palgading telah dikenal sejak zaman pemerintahan Belanda. Dokumen dari koresponden Belanda mencatat bahwa di Dusun Palgading, telah dilakukan rekonstruksi percobaan berupa stupa pada tahun 1925. Foto-foto dari masa itu, yang dibuat oleh FDK Bosch, mencatat bukti-bukti penting tentang situs ini. Meskipun saat ini rekonstruksi tersebut tidak dapat ditemukan lagi, data dari laporan OV tahun 1925 tetap menjadi referensi berharga.

Penemuan Artefak Bersejarah

Situs Palgading kembali terungkap pada tahun 2006 ketika Arca Avalokitesvara dan beberapa komponen bangunan lainnya di temukan. Salah satu penemuan penting adalah Arca Avalokitesvara yang ketemu pada 21 Mei 2006 oleh Slamet Sugiarto. Selain itu, ada Arca Akshobya, arca singa, arca kera, dan pinakel-pinakel kecil lainnya yang di temukan di pekarangan milik Dakim Dawami Oyakahono, yang berada sekitar 100 meter di sebelah barat lahan situs. Meskipun beberapa temuan ini tidak di temukan dalam konteks aslinya, mereka memberikan gambaran kuat tentang potensi arkeologis di Dusun Palgading.

Keberkaitan dengan Agama Buddha

Situs Palgading atau Candi Palgading Di Jogja adalah situs purbakala dengan latar belakang agama Buddha. Ini terbukti dari temuan komponen batu penyusun candi, komponen stupa, serta temuan arca Buddha Avalokitesvara dan Aksobya. Selain itu, artefak-artefak ini memberikan bukti kuat tentang pengaruh agama Buddha di daerah ini pada masa lalu.

Penggalian dan Penelitian

Sebagai langkah selanjutnya, ekskavasi penyelamatan terlaksana untuk mengumpulkan lebih banyak data tentang situs ini. Hasil ekskavasi tahap I pada November 2006 berhasil menemukan sebagian struktur stupa dan sebagian struktur bangunan candi. Ekskavasi tahap II pada Juli 2008 menampakkan sebuah candi yang menghadap ke barat, yang di duga merupakan tempat pemujaan Avalokitesvara. Dalam ekskavasi tersebut, terlihat tiga candi, masing-masing di bagian utara, tengah, dan selatan, semuanya menghadap ke arah barat.

Namun, data yang ada belum cukup untuk merekonstruksi bangunan candi Palgading secara lengkap, sehingga perlu penelitian lanjutan. Studi kelayakan yang terlaksana pada tahun 2011 menyimpulkan bahwa Situs Palgading merupakan kompleks percandian dengan empat bangunan candi (A, B, C, dan D) serta struktur pagar sisi timur.

Pemugaran dan Pelestarian

Pada tahun 2016, tim pemugaran Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta dan masyarakat berhasil menyelesaikan pemugaran Bangunan A di Situs Palgading. Bangunan A, yang merupakan bangunan stupa, dapat di rekonstruksi dan di pugar dengan sukses. Selanjutnya, proses pemugaran melibatkan ekskavasi, anastylosis (penyusunan kembali), pembuatan pondasi, dan penyusunan kembali batu-batu komponen Bangunan A.

Candi Palgading, Sebuah Permata Bersejarah yang Kembali Bersinar di Jogja

Candi Palgading adalah situs bersejarah yang penting di Yogyakarta, dengan bukti-bukti kehadiran agama Buddha pada masa lalu. Selain itu, pemugaran dan pelestarian situs ini adalah langkah penting untuk memahami sejarah dan warisan budaya yang berharga. Harapan ke depan adalah agar pemugaran dapat berkelanjutan pada bangunan lainnya dan lingkungan sekitar dapat lebih representatif, sehingga Candi Palgading dapat mendukung pariwisata di daerah Palgading. Dengan cara ini, kita dapat menjaga dan menghargai warisan budaya yang berharga ini untuk generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Oleh Penulis