Search

Dollar ke IDR berubah secara berkala, Apa Penyebabnya?

Dollar ke IDR
Dollar ke IDR

Perubahan nilai tukar Dollar ke IDR secara berkala adalah fenomena yang terjadi dalam perekonomian global dan domestik. Fluktuasi ini terpengaruh oleh berbagai faktor ekonomi, termasuk tingkat suku bunga, neraca perdagangan, aliran modal asing, tingkat inflasi, dan kebijakan stabilisasi oleh bank sentral.

Bank Indonesia (BI) dari laman instagram terverifikasi, melansir bahwa nilai tukar rupiah yang terus bergerak oleh pengaruh sejumlah faktor. Di antaranya adalah tingkat suku bunga, neraca perdagangan, aliran modal asing, tingkat inflasi, hingga kebijakan stabilisasi bank sentral.

Mocopat melalui artikel ini akan mengulas lebih lanjut tentang masing-masing faktor tersebut dan bagaimana pengaruhnya terhadap pergerakan nilai tukar Dollar ke IDR.

Sumber Gambar: Detik.com

Tingkat Suku Bunga

Suku bunga merupakan biaya pinjaman yang dikenakan oleh bank sentral terhadap bank komersial dan lembaga keuangan. Jika suku bunga naik, maka daya tarik investasi dalam bentuk aset berdenominasi Dollar meningkat, sehingga permintaan terhadap Dollar meningkat dan nilai tukarnya cenderung menguat terhadap IDR. Sebaliknya, jika suku bunga rendah, permintaan terhadap Dollar menurun, dan nilai tukarnya cenderung melemah terhadap IDR.

Neraca Perdagangan

Neraca perdagangan mencerminkan selisih antara ekspor dan impor suatu negara. Jika suatu negara memiliki neraca perdagangan positif, artinya nilai ekspor lebih tinggi dari impor, maka permintaan terhadap mata uang negara tersebut, termasuk Dollar, akan meningkat. Sebagai akibatnya, nilai tukar Dollar terhadap IDR akan cenderung menguat. Sebaliknya, neraca perdagangan negatif dapat menyebabkan pelemahan nilai tukar Dollar terhadap IDR.

Aliran Modal Asing

Aliran modal asing mencakup investasi portofolio dan investasi langsung yang masuk atau keluar dari suatu negara. Jika suatu negara menarik minat investor asing dengan pertumbuhan ekonomi yang baik dan peluang investasi yang menarik, aliran modal masuk akan meningkat. Kondisi ini dapat menguatkan nilai tukar Dollar terhadap IDR. Sebaliknya, jika investor asing menarik kembali investasinya dari suatu negara, aliran modal keluar akan menyebabkan pelemahan nilai tukar Dollar terhadap IDR.

Tingkat Inflasi

Tingkat inflasi mengukur laju kenaikan harga barang dan jasa dalam suatu negara. Jika tingkat inflasi suatu negara lebih tinggi dibandingkan mitra perdagangannya, maka daya beli masyarakat negara tersebut menurun. Hal ini akan menyebabkan penurunan permintaan terhadap mata uang negara tersebut, termasuk IDR. Sebaliknya, jika tingkat inflasi relatif rendah, permintaan terhadap IDR akan meningkat dan nilai tukar Dollar cenderung melemah terhadap IDR.

Kebijakan Stabilisasi Bank Sentral

Bank sentral memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi suatu negara. Mereka dapat menggunakan berbagai instrumen kebijakan moneter untuk mempengaruhi nilai tukar mata uang negara.

Intervensi langsung di pasar valuta asing atau mengubah suku bunga. Dalam hal ini beberapa contoh kebijakan yang dapat ditempuh oleh bank sentral untuk mengatur nilai tukar. Tindakan-tindakan ini dapat sementara mengurangi volatilitas nilai tukar Dollar ke IDR. Namun, dalam jangka panjang, nilai tukar akan tetap terpengaruh oleh faktor-faktor ekonomi yang lebih mendasar.


Fluktuasi nilai tukar Dollar ke IDR adalah fenomena alami dalam sistem ekonomi global. Tingkat suku bunga, neraca perdagangan, aliran modal asing, tingkat inflasi, dan kebijakan stabilisasi bank sentral merupakan beberapa faktor utama yang mempengaruhi perubahan nilai tukar tersebut. Ketidakstabilan nilai tukar dapat memiliki dampak signifikan pada ekonomi suatu negara, termasuk inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan daya saing produk ekspor. Oleh karena itu, pemerintah dan bank sentral harus secara aktif mengawasi dan merespon perubahan nilai tukar secara bijaksana untuk mencapai stabilitas ekonomi yang berkelanjutan.

Artikel Oleh Penulis

Moco Lainnya

Jika DPRD Harus Memilih Kepala Daerah, di mana Suara Rakyat
Jika DPRD Harus Memilih Kepala Daerah, di mana Suara Rakyat?
Optimalisasi Peran Perempuan dalam Ranah Politik dan Pembangunan Bangsa Indonesia
Optimalisasi Peran Perempuan dalam Ranah Politik dan Pembangunan Bangsa Indonesia
Revitalisasi Wawasan Nusantara di Tengah Krisis Identitas
Revitalisasi Wawasan Nusantara di Tengah Krisis Identitas
Apa yang bisa dipelajari dari organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai organisasi yang melahirkan banyak pejabat, namun saat ini mengalami krisis moral
Apa yang bisa dipelajari dari organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai organisasi yang melahirkan banyak pejabat, namun saat ini mengalami krisis moral
Dibalik Optimistic Bias dapat merusak peran Kader HMI dalam Menjaga Kesejahteraan Indonesia
Dibalik Optimistic Bias dapat merusak peran Kader HMI dalam Menjaga Kesejahteraan Indonesia
Ilustrasi digital sarkastik yang menggambarkan sistem hukum otoriter Indonesia melalui Revisi KUHAP dan RUU Perampasan Aset, menyoroti ancaman terhadap hak warga sipil dan prinsip keadilan.
Perampasan Aset dan Revisi KUHAP: Perampasan Melalui Hukum
Air dan Pikiran Mengalir dalam Simpul Perenungan
Air dan Pikiran: Mengalir dalam Simpul Perenungan
Tamasya Batin dan Neurosains Dzikir Menemukan Tuhan dalam Keheningan
Tamasya Batin dan Neurosains Dzikir: Tuhan dalam Keheningan
Pertamina dan Rp 285 Triliun Yang Dicuri 9 Tersangka dan Terminal Rahasia
Pertamina dan 285T: Jejak Mafia dan Korupsi Sistemik
Setya Novanto dan Parodi Keadilan Indonesia
Setya Novanto dan Parodi Keadilan Indonesia: Pengampunan bagi Penjarah Negara